Kinerja AADI melemah di 2025, namun prospek 2026 positif dengan katalis harga batu bara. Analis rekomendasikan beli, target harga Rp9.500-Rp13.000 per saham.
Meski menghadapi tekanan laba, saham ASII tetap menguat 29,80% sepanjang tahun 2025, dengan rekomendasi hold dari Sucor Sekuritas dan Ciptadana Sekuritas Asia.
Low Tuck Kwong membeli 11,55 juta saham BYAN, meningkatkan kepemilikannya menjadi 40,22%. Meski pendapatan BYAN naik, laba bersih turun 7,30% pada 2025.