Bank Indonesia menargetkan transaksi pasar uang mencapai Rp81 triliun per hari pada 2030 dengan mempercepat pendalaman pasar dan digitalisasi kebijakan.
Lelang perdana BI-FRN menarik penawaran Rp2,82 triliun, namun BI hanya menyerap Rp767 miliar. Ini mencerminkan minat tinggi dan selektivitas BI dalam harga.
Bank Indonesia menyerap Rp767 miliar dari lelang perdana BI-FRN dengan margin pemenang 0,78%, bertujuan mengembangkan pasar OIS dan reformasi suku bunga.
Bank Indonesia akan menerbitkan BI-FRN pada 17 November 2025 untuk mengembangkan pasar OIS, memperkuat reformasi suku bunga domestik, dan meningkatkan efisiensi pasar keuangan.
The Fed menaikkan suku bunga efektif menjadi 4,11% untuk ketiga kalinya dalam sebulan, mencerminkan tekanan pasar pendanaan dan potensi dampak luas pada pasar uang.
Bank Indonesia dan OJK meluncurkan strategi baru untuk memperkuat pasar keuangan RI melalui perjanjian derivatif antarbank dan matchmaking OIS, guna meningkatkan efisiensi dan transparansi.
Bank Indonesia menurunkan outstanding SRBI menjadi Rp720,61 triliun pada Agustus 2025 untuk menjaga likuiditas perbankan dan mendukung pertumbuhan ekonomi.