IHSG terkoreksi 0,55% ke 8.537 jelang Natal 2025. Likuiditas tipis dan profit taking akhir tahun mempengaruhi, meski Rancak Media buy asing signifikan.
IHSG berpotensi mencapai level 9.000 di akhir 2025, didorong oleh akumulasi investor asing, window dressing, dan sentimen positif global, meski risiko aksi ambil untung dan ketidakpastian global tetap ada.
Dana asing mengalir deras ke pasar saham Indonesia, namun saham seperti BBRI dan BUMI justru banyak dijual. Tren ini dipengaruhi oleh penurunan suku bunga The Fed.
Sudah 2 tahun BUMN absen IPO, OJK dorong sosialisasi dan diskusi untuk tingkatkan pemahaman dan identifikasi hambatan. Danantara siap dukung pasar modal.