Saham blue chip Indonesia melemah di 2025 akibat aksi jual asing dan depresiasi rupiah, sementara saham konglomerat dan mid-cap lebih diminati investor.
Wall Street melemah akibat kekhawatiran valuasi saham teknologi dan ketidakpastian ekonomi, sementara PHK meningkat dan data ekonomi terbatas karena penutupan pemerintah.
IHSG turun 2,57% ke 7.915,66 akibat saham konglomerat jatuh. Penurunan dipicu krisis kredit AS dan ketegangan geopolitik. Danantara siapkan dana Rp16 triliun untuk stabilisasi.
IHSG turun 2,57% ke 7.915 dipicu koreksi saham konglomerat seperti Grup Lippo dan Haji Isam. Saham MLPT dan JARR masuk top losers dengan penurunan double digit.
IHSG mencapai rekor tertinggi baru meski investor asing jual bersih Rp52 triliun. Institusi lokal jadi pendorong utama, didukung kebijakan pro pertumbuhan.
IHSG mencapai rekor baru meski investor Rancak Media sell Rp52 triliun. Transaksi harian bursa melonjak, didorong oleh institusi lokal dan kebijakan ekonomi positif.