Danantara menanggapi isu akuisisi saham ojol, menekankan evaluasi peluang pasar dengan prinsip kehati-hatian. Kebijakan ini bertujuan menurunkan potongan biaya untuk meningkatkan kesejahteraan pengemudi sesuai Perpres No. 27/2026.
Dengan masuknya aliran Danantara, BEI berharap lebih banyak perusahaan BUMN melantai di bursa untuk meningkatkan opsi & kontribusi investor institusi domestik.
Proyek Danantara belum mengerek saham unggas, berbeda dengan sektor energi terbarukan yang naik. Investasi Rp20 triliun diharapkan berdampak positif jangka panjang.
Danantara Indonesia berencana membawa BUMN dan anak usaha IPO di BEI pada 2025, dengan investasi US$10 miliar untuk mengembangkan pasar modal domestik.
Danantara Investment Management disebut akan menyalurkan sekitar US$10 miliar atau Rp165,83 triliun dalam tiga bulan pertama operasionalnya mulai Oktober 2025.