Sebanyak 13 calon emiten siap IPO awal 2026, didukung sentimen ekonomi positif dan optimisme pasar, meski tantangan ekonomi sebelumnya mengurangi jumlah IPO.
Bank Indonesia memperingatkan potensi krisis finansial global seperti 2008 akibat perilaku agresif lembaga keuangan non-bank dan risiko dari aset digital yang minim regulasi. Total utang global mencapai US$110,9 triliun, menambah volatilitas pasar.
Para ekonom memproyeksikan Bank Indonesia menahan BI Rate di 4,75% pada November 2025 untuk menjaga stabilitas ekonomi dan daya tarik imbal hasil domestik.
Bank Indonesia dan Komisi XI DPR menyepakati asumsi makro 2026: pertumbuhan ekonomi 5,3%, inflasi 2,62%, kurs Rp16.430 per USD. Anggaran BI surplus Rp16,09 triliun.