IHSG mencapai rekor baru meski investor Rancak Media sell Rp52 triliun. Transaksi harian bursa melonjak, didorong oleh institusi lokal dan kebijakan ekonomi positif.
IHSG diperkirakan bergerak sideways pada pekan depan di kisaran 7.970–8.070 karena minim sentimen baru, dengan saham industri unggul dan properti tertekan.
IHSG turun 3% dalam 2 hari setelah reshuffle kabinet oleh Presiden Prabowo, memicu capital flight asing. Pasar menanti kebijakan Menteri Keuangan baru.
IHSG diprediksi rawan koreksi pada perdagangan Senin (8/9/2025). Analis rekomendasikan buy on weakness untuk ADMR, ESSA, RAJA, dan speculative buy untuk GOTO.
IHSG tetap kokoh meski dana asing keluar, didukung saham DSSA, ANTM, dan AMMN yang menguat. Saham emas naik karena tren harga emas dan ekspektasi suku bunga.