IHSG turun 0,56% ke 6.127,38 pada 25-29 Mei 2026. Kapitalisasi pasar naik 0,88% ke Rp10.729 triliun. Transaksi harian naik 30,37%, meski frekuensi dan volume turun.
Bursa Efek Indonesia buka kembali Jumat, 29 Mei 2026, setelah libur Iduladha. IHSG melemah 1,23% sebelum libur, dengan saham INCO dan ASII turun signifikan.
IHSG turun 0,92% ke 6.905,62 pada 11 Mei 2026, saham BMRI, CUAN, dan ESSA melemah, sementara INCO dan MBMA menguat. Pasar mencermati isu royalti mineral.
IHSG 2025 naik 22,13% YtD ke 8.646,93, didorong saham tier-2 dan 3, bukan blue chip. Pasar kuat tapi rapuh, dominasi spekulasi small caps dan volatilitas global.
IHSG terkoreksi 0,55% ke 8.537 jelang Natal 2025. Likuiditas tipis dan profit taking akhir tahun mempengaruhi, meski Rancak Media buy asing signifikan.