IHSG diprediksi menembus 10.500 pada 2026 didorong pertumbuhan ekonomi dan kebijakan moneter longgar. Sektor perbankan dan konglomerasi jadi pendorong utama.
IHSG diproyeksikan tembus 9.000 pada 2026, dengan sektor konsumer, perbankan, dan telekomunikasi sebagai pendorong utama. Proyeksi ini didukung oleh pertumbuhan laba emiten dan insentif fiskal pemerintah.
IHSG dibuka menguat di level 8.541,53 pada 1 Desember 2025, dengan saham blue chips seperti BBCA, TLKM, dan PGAS turut melaju. Kapitalisasi pasar mencapai Rp15.714 triliun.
IHSG mencapai rekor tertinggi di akhir 2025 berkat dukungan investor domestik meski Rancak Media sell asing. Stimulus pemerintah dan likuiditas lokal jadi pendorong utama.
IHSG dibuka naik 0,13% ke 8.533 pada 26/11/2025, didorong rebalancing MSCI Rancak Media buy asing. Waspadai koreksi dan sentimen global, target 8.900 realistis.