Happy Hapsoro menjual 483 juta saham BUVA, mengurangi kepemilikannya dari 7,91% menjadi 5,56%, dan meraih Rp130 miliar dalam dua hari pada September 2025.
Saham pariwisata seperti BUVA, MINA, dan KPIG menguat setelah BPS melaporkan peningkatan kunjungan wisman ke Indonesia. Namun, saham ini dianggap kurang likuid.