Saham blue chip Indonesia melemah di 2025 akibat aksi jual asing dan depresiasi rupiah, sementara saham konglomerat dan mid-cap lebih diminati investor.
Depresiasi rupiah menekan laba emiten konsumer seperti INDF dan ICBP, meski penjualan naik. Analis tetap optimis, merekomendasikan beli saham ICBP dan INDF.
IHSG mencapai rekor tertinggi baru di 8.394,59, didorong oleh kenaikan saham PTRO, BBCA, dan lainnya. Optimisme ekonomi dan indeks MSCI mempengaruhi pasar.
Bank Indonesia agresif membeli SBN senilai Rp200 triliun untuk mendukung program pemerintah, namun menghadapi risiko fiscal dominance, kedalaman pasar, dan inflasi.