Gubernur BI, Perry Warjiyo, menyatakan fokus BI saat ini adalah menjaga stabilitas ekonomi, bukan redenominasi rupiah, yang memerlukan persiapan panjang.
Analis merekomendasikan saham ICBP dan INDF meski daya beli lesu. ICBP diprediksi tumbuh 15% di 2025, sementara INDF naik 6%. Target harga ICBP Rp10.200, INDF Rp8.800.
Penurunan BI Rate ke 5% di 2025 diprediksi meningkatkan kredit multifinance. CNAF optimis menyalurkan Rp9,5 triliun, didukung momentum GIIAS dan daya beli naik.