Saham transportasi menghadapi volatilitas akibat kenaikan harga BBM non subsidi, mempengaruhi margin keuntungan. Emiten perlu efisiensi dan transisi ke energi ramah lingkungan.
Indeks saham berbasis ESG menunjukkan kinerja yang lesu pada 2025, dengan IDXESGL hanya naik 2,87% dan SRI-KEHATI naik 2,16%, sementara IHSG menguat 22,10%.
BI telah melonggarkan kebijakan moneter, namun kredit perbankan tumbuh lambat di 2025. Pengusaha masih waspada ekspansi karena kondisi ekonomi global dan lokal.
Emiten ritel seperti AMRT, ACES, dan MDIY gencar ekspansi meski harga saham turun akibat daya beli lemah. Ekspansi diharapkan tingkatkan prospek jangka panjang.
Emiten peritel seperti MDIY, ACES, dan ERAA memanfaatkan momentum belanja akhir tahun untuk meningkatkan penjualan dengan strategi diskon dan promosi. Meskipun daya beli masyarakat lemah, momen Natal dan Tahun Baru diharapkan mendongkrak kinerja mereka.
Manulife fokus pada saham fundamental solid di sektor finansial, konsumer, dan blue chip, memanfaatkan tren IHSG positif dan valuasi menarik untuk reksa dana saham.