
Rancak Media Alex Marquez mengutarakan kemungkinannya untuk mengaspal di tim pabrikan Ducati usai memenangkan sesi sprint race MotoGP Valencia 2025.
Meski tidak menjadi pole sitter atau start dari posisi terdepan pada sprint race MotoGP Valencia 2025, Sabtu (15/11/2025), Alex tetap tampil brilian di atas lintasan.
Pembalap berusia 29 tahun tersebut mengunci kemenangan dalam balapan mini berdurasi 13 lap di Sirkuit Ricardo Tormo, Spanyol itu.
Melalui kemenangan ini, Alex kian mengukuhkan dirinya sebagai runner-up MotoGP 2025 yang akan menyisakan satu balapan lagi pada hari Minggu (16/11/2025).
Ya, Alex hanya kalah dari kakaknya Marc Marquez yang telah mengunci gelar juara dunia bersama tim pabrikan Ducati sejak di GP Jepang lalu.
Kegemilangan juara dunia Moto2 musim 2019 tersebut dalam mengarungi musim ini turut mengundang kemungkinan yang sebelumnya tidak pernah dia pikirkan.
Salah satunya adalah peluangnya untuk menjadi tumpuan Ducati menyusul performa mengecewakan rekan setim Marquez, Francesco Bagnaia pada musim ini.
Berkaca dari buruknya penampilan murid kebanggaan Valentino Rossi itu membuat tim asal Italia tersebut membuka opsi untuk mencari pengganti.
Alex dinilai menjadi salah satu nama yang tepat untuk bertandem dengan kakaknya usai hal itu sempat terwujud di Repsol Honda walau berjalan tak sempurna.
Klasemen MotoGP 2025 – Francesco Bagnaia Tak Terselamatkan Jadi Aib Ducati usai Ditendang Titisan Marc Marquez
Menyikapi hal itu, Alex menunjukkan gelagat setengah hati untuk menggapai tempat bergengsi tersebut ketika kontraknya di Gresini Racing berakhir.
Alih-alih menunjukkan keinginan yang menggebu, dia justru merasa akan sangat lebih berguna untuk tetap berada di timnya saat ini yang sudah seperti keluarga.
Baginya, membicarakan peluang untuk pindah merupakan hal yang terlalu dini untuk diuraikan.
“Yah, akhir musim ini, atau musim itu sendiri, tentu membantu kami memposisikan diri,” kata Alex, dilansir BolaSport.com dari Motosan.
“Tapi, seperti yang selalu saya katakan, saya pikir ini masih terlalu dini.”
“Kita harus melihat semuanya, dan dari sana, kita akan melihat apa pilihan terbaik saya, apa pilihan terbaik saya untuk masa depan, dan dari sana, kita akan lihat.”
“Kami bukan pabrikan, tetapi kami adalah keluarga, jadi lebih baik menjadi nomor satu dalam keluarga,” imbuhnya.
Untuk balapan utama, Alex telah menganalisis calon rivalnya, mengingat ia akan memulai balapan dari posisi kedua di grid setelah Marco Bezzecchi dari Aprilia.
Sejumlah nama diyakini akan menjadi saingan beratnya seperti Bezzecchi, Pedro Acosta dari KTM dan duo VR46 Racing Team, Franco Morbidelli dan Fabio Di Giannantonio.
“Yah, secara teori, sepertinya rival hari ini adalah Bezzecchi, Acosta, saya pikir Di Giannantonio bagus, terutama saat bannya mulai panas,” kata Alex.
“Lalu ada Morbidelli jug, saya pikir ini akan menjadi balapan di mana Anda tidak boleh membuat kesalahan.”
“Seperti yang kita lihat hari ini, menemukan ritme dan konsistensi akan menjadi kunci.”
“Dan dari sana, ini akan menjadi balapan di mana Anda bisa menang atau berjuang untuk masuk ke 5 besar, jadi Anda harus sangat berhati-hati,” imbuhanya.
Francesco Bagnaia Harus Dengar Saran Marc Marquez: Bila Teknis Tidak Bisa, Minimal Kuat Mental
