
Rancak Media Kebahagian keluarga Marquez berlipat ganda setelah berakhirnya balapan Sprint MotoGP Malaysia 2025 pada Sabtu (25/10/2025).
Euforia tak surut walau saudara tertua yang sekaligus juara dunia MotoGP 2025, Marc Marquez, tidak hadir langsung pada akhir pekan di Sirkuit Sepang, Malaysia.
Marc Marquez harus berdiam diri di rumah untuk memulihkan kondisi lengannya pasca-operasi akibat kecelakaan di balapan GP Indonesia.
Pembalap Ducati Lenovo itu tetap ikut dalam kebahagiaan adiknya, Alex Marquez, yang memastikan diri menyelesaikan musim di posisi runner-up kejuaraan.
Alex Marquez mengunci medali perak setelah finis kedua pada balapan Sprint MotoGP Malaysia, podium ke-23 baginya musim ini.
Selisih 102 poin tak mungkin dikejar rival terdekat, Francesco Bagnaia, meski selalu menang dan Alex gagal finis di sisa 3 balapan utama dan 2 balapan Sprint.
Dua buah hati Julia Marquez dan Roser Alenta itu menegaskan status sebagai kakak-adik paling hebat di MotoGP.
Selain mengumpulkan 11 gelar Juara Dunia bersama, Marc dan Alex menjadi kakak-adik pertama yang mengunci peringkat 1-2 sepanjang 77 tahun sejarah MotoGP.
Marc pun terhubung melalui sambungan panggilan video dari telepon pintar milik sang ayah, Julia, yang selalu mendampingi.
Klasemen MotoGP 2025 – Bagnaia Rebut Tempat Ke-3 dari Bezzecchi, Aldeguer Jadi Rookie of The Year meski Posisinya Terancam
Pembalap berusia 32 tahun itu tampak semringah dengan keberhasilan adiknya.
“Pertama di antara para pecundang,” canda Alex dengan sarkasme kepada DAZN, dilansir melalui Motorsport.com.
“Saya sangat bahagia, sangat senang menjadi runner-up ketika tidak ada yang percaya pada kami.”
“Ini sesuatu yang membuat saya sangat bangga, saya hampir terharu, saya tidak tampil dengan baik saat balapan tetapi kami bekerja dengan baik sebagai tim.”
Alex angkat topi kepada Gresini, tim yang diperkuatnya sejak 2023. Alex datang ke Gresini setelah masa-masa sulit di Honda.
Tim besutan Nadia Padovani itu pula yang menawarkan kesempatan kedua kepada Marc setelah ikut-ikutan tenggelam dalam krisis bersama pabrikan sayap emas.
Kepercayaan dari Gresini ditambah kehadiran sang kakak sebagai rekan setim tahun lalu diakui Alex membantunya untuk tampil lebih kuat.
“Satu tahun itu sangat panjang,” kata Alex yang punya dua gelar Juara Dunia dari kelas Moto2 dan Moto3.
“Selalu ada rintangan dan pasang surut, keberadaan Marc memberi saya keuntungan tambahan, terutama saat hal-hal tidak berjalan sesuai rencana.”
“Dia memberi ketenangan, dan kami saling melengkapi dengan baik.”
“Dalam olahraga, tidak ada rahasia. Kalau kita bekerja keras dan mengikuti insting, hal-hal akan berjalan lancar asalkan kita tidak menyerah.”
“Saat ada keraguan, kita harus tahu kapan harus berhenti, berpikir, dan membalikkan situasi.”
“Semua pembalap harus memiliki sikap kritis terhadap diri sendiri agar dapat membalikkan situasi sulit dengan lebih mudah.”
Kedekatan sebagai saudara membuat Alex dan Marc Marquez dapat saling memberi informasi soal di mana letak kelemahan masing-masing.
Keduanya juga punya karakter serupa untuk mengkritik kekurangan diri sendiri ketika adalah sesuatu yang tidak berjalan dengan baik.
“Marc dan saya sangat dekat karena kami berdua sangat mirip, kami selalu saling memberi tahu di mana kesalahan kami dan di mana kami bisa berkembang.”
“Saya sangat kritis terhadap diri sendiri dan tidak terlalu memuji diri sendiri, itulah sebabnya banyak orang yang tidak menghargai saya.”
“Saya tidak berpura-pura, ketika saya tidak mengendarai dengan baik, saya mengatakannya, saya tidak memiliki masalah.”
“Motor hari ini memang tidak dalam kondisi yang baik, itu benar, tetapi saya bisa mengendarai dengan jauh lebih baik hari ini.”
“Itu adalah karakter saya dan saya pikir itu adalah kebajikan yang telah membantu saya mencapai posisi ini,” pungkasnya.
MotoGP Malaysia 2025 – Perayaan Rendah Hati, Bagnaia Tak Bisa Jemawa Dulu usai Menangi Sprint
