Rancak Media – — Ada apa dengan Persebaya Surabaya? Tim kebanggaan Arek-arek Suroboyo itu kembali tampil tanpa taji saat menghadapi PSBS Biak di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Jumat (24/10/2025).
Dalam laga pekan ke-10 Super League 2025/2026 tersebut, Green Force gagal menciptakan satu pun peluang berarti sebelum kartu merah kontroversial yang diterima Leo Lelis di menit ke-32.
Padahal, secara materi pemain, Persebaya Surabaya jauh dari kata buruk. Namun performa di lapangan justru memperlihatkan wajah yang lesu dan tanpa arah permainan.
Tim asuhan Eduardo Perez bahkan lebih sering berada di bawah tekanan sejak menit awal, seolah kehilangan identitas menyerang yang dulu menjadi ciri khas mereka.
PSBS Biak tampil lebih agresif dan percaya diri. Baru satu menit laga berjalan, Damianus Putra sudah mengancam gawang Ernando Ari lewat tendangan keras yang hanya melambung tipis di atas mistar.
Ernando Ari Jadi Juru Selamat Persebaya Surabaya saat Hadapi PSBS Biak, Kiper dengan Penyelamatan Terbanyak di Super League
Serangan cepat itu langsung menggambarkan betapa Persebaya Surabaya tidak siap menghadapi intensitas lawan sejak peluit awal dibunyikan.
Permainan Green Force tampak terbata-bata di lini tengah. Aliran bola mudah dipatahkan, transisi dari bertahan ke menyerang pun sering macet.
Sepuluh menit pertama berlalu tanpa satu pun tembakan atau kombinasi serangan berbahaya dari Persebaya Surabaya.
Sebaliknya, PSBS terus menekan dari berbagai sisi. Menit ke-16, Mohcine Hassan memaksa Ernando bekerja keras dengan dua kali tembakan beruntun yang mengarah tepat ke gawang.
Persebaya Surabaya Koleksi Kartu Merah Terbanyak! 4 Kartu Merah Sudah Dikantongi Skuad Eduardo Perez
Beruntung, sang kiper timnas itu masih sigap menghalau bola.
Peluang demi peluang terus datang dari tim tuan rumah.
Pada menit ke-23, Ruyery Alfonso dan Claudio Luqinhas hampir membuka keunggulan setelah kombinasi apik mereka membuat pertahanan Persebaya Surabaya kelimpungan.
Namun penyelesaian akhir masih belum menemui sasaran.
Laga berjalan sepihak hingga pertengahan babak pertama. Green Force benar-benar tak mampu membangun serangan yang terorganisasi. Umpan-umpan mereka sering salah arah dan mudah direbut lini tengah PSBS.
Kekacauan di lini belakang pun semakin terlihat. Menit ke-21, sapuan bola Leo Lelis hampir berbuah gol bunuh diri sebelum kembali diselamatkan oleh refleks cepat Ernando.
Situasi ini menandakan Persebaya Surabaya tak hanya tumpul di depan, tapi juga rapuh di belakang.
Puncak malapetaka datang di menit ke-32. Leo Lelis harus menerima kartu merah langsung usai dianggap melakukan pelanggaran keras terhadap Mohcine Hassan.
Keputusan itu membuat suasana tim kian kacau dan pelatih Eduardo Perez terlihat geleng-geleng kepala di pinggir lapangan.
Belum sempat menata ulang permainan, Persebaya Surabaya kembali kehilangan satu pemain lagi.
Mikael Tata mendapat kartu kuning kedua di menit ke-45, membuat Green Force harus menutup babak pertama hanya dengan sembilan pemain.
Update Klasemen Super League 2025/2026, Persebaya Surabaya Tertahan di Peringkat ke-9!
Ironisnya, justru setelah kehilangan dua pemain, Persebaya Surabaya mulai menunjukkan sedikit perlawanan. Meski bermain bertahan, mereka tampil lebih fokus dan disiplin di lini belakang.
Ernando menjadi pahlawan dengan sejumlah penyelamatan krusial yang membuat skor 0-0 bertahan hingga turun minum.
Di babak kedua, PSBS terus menggempur pertahanan Persebaya Surabaya. Namun solidnya barisan belakang yang dipimpin Ernando membuat semua peluang lawan gagal berbuah gol.
3 Kartu Merah, 0 Gol! Ernando Ari Kerja Bakti, Persebaya Surabaya Tahan Imbang PSBS Biak dengan 9 Pemain
Ketenangan sang kiper menjadi tembok terakhir yang menjaga asa tim tamu tetap hidup.
Menariknya, peluang pertama Persebaya Surabaya justru hadir saat mereka sudah bermain dengan sembilan pemain.
Menit ke-69, Malik Risaldi berhasil lolos dari kawalan lawan dan melepaskan tembakan berbahaya, meski masih bisa diamankan kiper Aldo Geraldo. Dari situ, mental Green Force mulai pulih perlahan.
Tiga menit berselang, PSBS nyaris membalas lewat sundulan Mohcine Hassan, tapi lagi-lagi Ernando tampil gemilang dengan refleks cepatnya.
Pertandingan berjalan terbuka di sepuluh menit terakhir ketika kedua tim sama-sama kehilangan satu pemain lagi.
Menit ke-76, PSBS harus bermain dengan sepuluh pemain setelah Nurhidayat diganjar kartu merah usai melanggar keras Francisco Rivera.
Situasi ini dimanfaatkan Persebaya Surabaya untuk sedikit keluar dari tekanan dan membangun serangan balik cepat.
Menjelang akhir laga, Persebaya Surabaya sempat dua kali mengancam lewat kombinasi Malik Risaldi dan Francisco Rivera.
Umpan Rivera ke tiang jauh hampir disambut sempurna Rachmat Irianto, namun bola gagal dikonversi menjadi gol. Peluang kedua kembali datang dari skema yang sama, tapi penyelesaian akhir masih belum maksimal.
Skor 0-0 bertahan hingga peluit panjang berbunyi. Persebaya Surabaya memang berhasil mencuri satu poin, tapi performa mereka jauh dari meyakinkan.
PSBS Biak 0-0 Persebaya Surabaya! 2 Kartu Merah Bikin Green Force Main 9 Orang di Babak Pertama
Selama 31 menit pertama sebelum kartu merah Leo Lelis, tim ini tidak mencatatkan satu pun peluang berarti — sesuatu yang jarang terjadi dalam sejarah panjang Green Force.
Hasil ini menjadi alarm bahaya bagi pelatih Eduardo Perez. Persebaya Surabaya terlihat kehilangan arah permainan dan ketajaman yang selama ini menjadi kekuatan mereka.
Jika situasi ini tidak segera diperbaiki, bukan hanya posisi di klasemen yang terancam, tapi juga kursi sang pelatih bisa goyah sewaktu-waktu.
Pertanyaan besarnya kini menggema di benak Bonek: ada apa dengan Persebaya Surabaya? Tim sebesar Green Force tak seharusnya tampil tanpa nyali, bahkan sebelum kehilangan pemain.
Sebab tanpa keberanian menciptakan peluang, kejayaan Green Force hanya akan tinggal cerita lama di tribun Gelora Bung Tomo.
