
Rancak Media Juara bertahan Liga Italia, Napoli, menebar aib bagi negaranya sendiri pasca-tragedi kekalahan telak di Liga Champions.
Pasukan Antonio Conte disiksa PSV Eindhoven dalam pertandingan ketiganya di fase liga.
Mentas di Philips Stadion, Selasa (21/10/2025) waktu setempat, Napoli babak belur dengan skor telak 2-6.
Hal ironis karena sang peraih scudetto musim lalu sempat unggul duluan melalui gol Scott McTominay (31′).
Namun, PSV bangkit secara luar biasa. Tuan rumah membayarnya dengan tiga gol langsung.
Aksi bunuh diri Alessandro Buongiorno serta gol-gol Ismael Saibari dan Denis Man membuat Si Petani balik memimpin 3-1 saat memasuki satu jam laga berjalan.
Napoli kemudian mendapatkan petaka tambahan melalui kartu merah bomber Lorenzo Lucca.
Dalam periode 10 menit terakhir, PSV menghukum gawang Vanja Milinkovic-Savic dengan tiga gol lagi, sedang Napoli cuma membalas satu.
Kekalahan dengan skor tenis ini mendatangkan aib bagi I Partenopei dan Serie A secara keseluruhan.
Misterchip mencatat bahwa hasil ini merupakan kekalahan terbesar (6 gol atau lebih) yang dialami klub Italia di Liga Champions dalam sedekade terakhir.
Liga Champions – Napoli Kehabisan Bensin sampai Dibantai Klub Belanda, Conte Salahkan Pemain Baru
Korban terdekat sebelumnya adalah AS Roma dalam tragedi pembantaian 1-6 oleh Barcelona di fase grup musim 2015-2016.
Armada Si Biru pulang dengan hujan sindiran dari publik maupun media asal negara mereka sendiri. Mereka diklaim telah mencemari citra Liga Italia.
Apalagi tim yang membantai Kevin De Bruyne cs ‘hanyalah’ peserta dari Eredivisie, liga yang kastanya dianggap lebih rendah dari Serie A.
Dalam koefisen UEFA, Serie A menempati posisi tertinggi kedua setelah Premier League, sedangkan Eredivisie peringkat enam.
Kapten Napoli, Giovanni Di Lorenzo, tak ragu menyebut timnya memang sudah menciptakan aib yang susah diterima.
“Sungguh penampilan yang memalukan! Kami minta maaf,” ucapnya kepada Sky Italia selepas pertandingan.
“Ini malam yang buruk dan semuanya berjalan kacau.”
“Kami menderita beberapa gol yang seharusnya tidak terjadi.”
“Kami harus lebih rendah hati dan berkaca kepada diri sendiri.”
“Saat ini rasanya siapa pun lawannya bisa melukai kami. Ini harus diubah segera,” katanya lagi.
Pelatih legendaris Italia, Fabio Capello, ikut syok dengan kekalahan tragis yang dialami tim terkuat di Serie A musim lalu.
“Saya melihat Napoli yang bermain tanpa hati,” ucap Capello, dikutip BolaSport.com dari Tuttomercatoweb.
“Ini sungguh menyedihkan. Saya tak pernah berpikir Napoli yang ditangani oleh pelatih dengan determinasi tinggi seperti Conte akan bermain seburuk ini.”
“Sejak awal Antonio terlihat sangat kecewa di tepi lapangan. Saya kaget meilhatnya seperti itu malam ini,” tutur Capello.
Kolapsnya Si Biru di Belanda terjadi hanya tiga hari setelah mereka keok 0-1 di kandang Torino pada duel Serie A.
Hasil Lengkap Liga Champions – 2 Tim Pesta Setengah Lusin Gol, PSG Malah Bikin 7, Arsenal-Inter Milan Masih Perawan
Hal ini menegaskan ada yang salah dengan tim besutan Conte setelah melalui masa gemilang di periode musim lalu.
Eks pelatih sukses Inter Milan dan Juventus itu menyoroti banyaknya pemain baru yang datang sebagai faktor penyebab kemunduran tim.
Namun, masalahnya diduga bukan soal materi pemain yang baru ataupun lama.
“Bursa transfer tak ada hubungannya dengan kekalahan ini. Conte mempertahankan 14 pemain dari skuadnya musim lalu,” kata legenda AC Milan, Zvonimir Boban.
“Jangan mulai mencari-cari kambing hitam,” tegas jurnalis Italia, Marco Giordano, senada pernyataan Boban.
“Kita tidak berbicara soal 4-1-4-1, 4-3-3, 4-4-2… Ini omong kosong.”
“Conte memiliki rasa percaya diri yang sangat tinggi, tetapi bahkan mereka yang memiliki keyakinan yang sangat tinggi tahu bahwa mereka perlu mengambil napas dalam-dalam untuk rendah diri malam ini,” tuturnya.
