Kabar mengejutkan datang dari dunia sepak bola, di mana legenda Manchester United dan Timnas Uruguay, Diego Forlan, harus dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami insiden mengerikan. Forlan dilaporkan mengalami patah tiga tulang rusuk dan robekan pada paru-parunya usai bermain di sebuah kompetisi lokal.
Insiden menakutkan tersebut menimpa Forlan, yang kini berusia 46 tahun, saat ia membela tim Old Boys di Liga Uruguay. Meskipun timnya berhasil meraih kemenangan telak 4-1 atas Old Christians, mantan striker Manchester United itu harus meninggalkan lapangan sebelum laga usai. Momen nahas terjadi ketika Forlan berupaya melepaskan tembakan, namun nahas ia bertabrakan dengan pemain lawan. Forlan langsung terjatuh dan tergeletak di rumput, meringis kesakitan yang jelas terlihat.
Rekan-rekan setimnya segera mengerubunginya, sementara petugas medis di pinggir lapangan dengan sigap memberikan isyarat darurat. Tak lama berselang, ambulans tiba di lokasi kejadian dan segera membawa peraih Golden Ball Piala Dunia 2010 itu ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Menurut laporan dari Goal.com, diagnosis medis menunjukkan bahwa pemilik 112 caps bersama Timnas Uruguay itu mengalami robekan serius pada paru-parunya serta tiga tulang rusuknya patah. Kondisinya tentu mengkhawatirkan, namun Forlan tak butuh waktu lama untuk memberikan kabar terbaru mengenai keadaannya.
Melalui pesan WhatsApp kepada surat kabar Spanyol, El Pais, Forlan menyampaikan bahwa ia langsung mendapat perawatan intensif dan dipasangi selang untuk mengurangi rasa sakit. “Saya akan tetap berada di rumah sakit hingga Selasa,” ungkapnya. Forlan juga menambahkan bahwa ini adalah pengalaman pertamanya mengalami cedera separah itu sepanjang 20 tahun karier profesionalnya di lapangan hijau.
Meskipun mengalami cedera parah, Forlan menunjukkan jiwa sportivitas tinggi. Ia menegaskan tidak menyalahkan pemain lawan atas insiden tabrakan tersebut, melainkan menyebutnya sebagai konsekuensi alami dari permainan. Mantan penyerang Atletico Madrid dan Inter Milan itu kemudian menceritakan detail kejadian dari sudut pandangnya.
“Saya melihat, saya bisa mengalahkan Quique, lalu saya melihat Josema bergerak ke dalam, sehingga saya berdiri dengan kaki kiri dan saya menendang bola,” jelas Forlan. “Saat itulah Josema keluar memblok tembakan, saya menendangnya, melompat, lalu entah saya menyentuhnya atau Josema menyentuh saya. Tapi itu permainannya, bukan salahnya. Itu bukan salah dia, dan di situlah saya kehilangan keseimbangan, saya melayang di udara.”
Ia melanjutkan, “Tanganku tetap di sana, seolah-olah saya tak bisa mengulurkan tangan saya untuk menopang badan saya sendiri, saya terjatuh seperti karung kentang.”
Forlan mengaku merasakan langsung momen ketika tulang rusuknya patah saat ia terjatuh ke lapangan. Sensasi mengerikan itu sontak membuatnya kesulitan bernapas dan dibarengi rasa sakit yang tak kunjung mereda.
“Tangan saya terjepit di bawah dada, itu membuat tulang rusuk saya patah,” kenang Forlan. “Ketika saya jatuh, saya berkata ‘Syukurlah pergelangan tangan saya tidak terluka’. Tapi saat itu juga, saya tidak bisa bernapas, saya tidak bisa mendapatkan udara, dan juga tidak menemukan posisi yang enak. Rasa sakitnya terus-menerus saya rasakan, tak kunjung hilang, bahkan sampai saya tiba di rumah sakit,” pungkasnya, memberikan gambaran jelas tentang penderitaan yang ia alami.
Ringkasan
Legenda sepak bola Diego Forlan, mantan pemain Manchester United dan Timnas Uruguay, dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami insiden serius. Ia mengalami patah tiga tulang rusuk dan robekan pada paru-parunya usai bertabrakan dengan pemain lawan saat bermain di Liga Uruguay. Insiden ini terjadi ketika Forlan, kini berusia 46 tahun, membela tim Old Boys.
Forlan menerima perawatan intensif dan diprediksi akan berada di rumah sakit hingga Selasa. Meskipun cederanya parah, peraih Golden Ball Piala Dunia 2010 ini tidak menyalahkan pemain lawan, melainkan menyebutnya sebagai bagian alami dari permainan. Ia juga merasakan langsung momen tulang rusuknya patah saat terjatuh, yang menyebabkan kesulitan bernapas dan rasa sakit terus-menerus.
