
Rancak Media Kesuksesan Toprak Razgatlioglu sebagai Juara Dunia WSBK 2025 Disikapi Hangat oleh CEO BMW Motorrad, Markus Flasch, meski Berat Harus Melepas Sang Bintang.
Tahun 2025 kembali menjadi panggung kejayaan bagi Toprak Razgatlioglu di kancah World Superbike (WSBK). Bersama ROKiT BMW Motorrad, pembalap asal Turki ini sekali lagi membuktikan dominasinya, mengungguli para rival dari tim-tim kuat seperti Ducati Aruba.it, Kawasaki, hingga mantan timnya, Pata Yamaha.
Razgatlioglu menutup perjalanannya di WSBK musim ini dengan torehan manis sebelum memulai babak baru di MotoGP tahun depan. Tahun 2026 akan menjadi musim debutnya sebagai rookie di Prima Pramac Yamaha, sebuah tantangan baru yang dinantikan.
Aprilia Benar Jadi Ancaman Kuat saat Ducati Melemah, Kebangkitan Pabrikan Noale Bisa Berlanjut
Markus Flasch, CEO BMW Motorrad, menyambut positif keputusan Razgatlioglu untuk mengembangkan kariernya di MotoGP. Meskipun berat hati melepas pembalap yang sudah menjadi ikon Superbike, Flasch memahami ambisi sang bintang.
Flasch menunjukkan sikap suportif dan profesional. Ia tidak ingin menghalangi impian Razgatlioglu, justru membuka jalan baginya untuk meraih kesuksesan di ajang balap yang lebih tinggi. Baginya, dukungan terhadap pembalap adalah bagian penting dari kemitraan yang baik.
“Toprak harus memanfaatkan peluang ini,” ujar Markus Flasch, seperti dikutip Bolasport dari Paddock-GP.
“Saya baru tahu tentang MotoGP setelah dia menandatangani kontrak, kami sudah membicarakannya. Saya sangat memahaminya. Ketika dia memberi tahu saya bahwa dia akan ke sana (MotoGP), saya tidak menghalanginya.”
“Saya bilang kepadanya, ‘kalau kamu punya kesempatan ini, ambillah. Kita tidak akan menghalanginya, dan jika nanti kita bertemu lagi, itu lebih baik’,” imbuh Flasch.
Reputasi Razgatlioglu di Superbike memang tak terbantahkan. Dalam dua musim yang gemilang bersama BMW, ia telah menorehkan tinta emas. Rentetan kemenangan, 25 podium berturut-turut, dan total 64 kemenangan karier, termasuk 57 kali finis di tiga besar, adalah bukti nyata kehebatannya.
“Tim Putih dan Biru menunggu 101 tahun untuk memenangkan gelar pertama mereka, pada tahun 2024,” kata Flasch, mengenang sejarah panjang BMW di dunia balap.
“Melanjutkannya dengan gelar kedua pada tahun 2025 adalah sebuah pencapaian yang monumental,” tandasnya, menunjukkan kebanggaan atas prestasi timnya.
Flasch menyadari bahwa timnya harus bekerja keras untuk mencari pengganti Razgatlioglu. Namun, ia menegaskan bahwa BMW tidak terlalu khawatir dengan kepergian pembalap berusia 29 tahun tersebut.
“Kepergian ini tampak sangat besar (kerugiannya),” ujar Flasch.
“Namun, kami adalah perusahaan senilai 3,3 miliar euro (setara 63 miliar rupiah), jadi kami berada di gelombang yang berbeda,” pungkasnya dengan nada tenang, menandakan bahwa BMW memiliki sumber daya dan strategi untuk terus bersaing di level tertinggi.
Tatapan Kosong Fabio Quartararo saat Pole Position Tak Ada Harga Dirinya di MotoGP Australia 2025
Ringkasan
Toprak Razgatlioglu menjadi Juara Dunia WSBK 2025 bersama ROKiT BMW Motorrad dan akan memulai debutnya di MotoGP pada tahun 2026 sebagai rookie bersama Prima Pramac Yamaha. CEO BMW Motorrad, Markus Flasch, menyambut positif keputusan Razgatlioglu untuk mengembangkan kariernya. Meskipun berat hati melepasnya, Flasch memahami ambisi sang pembalap dan tidak ingin menghalangi impiannya.
Razgatlioglu telah menorehkan tinta emas bersama BMW dengan rentetan kemenangan dan 25 podium berturut-turut, membantu BMW meraih gelar WSBK pertama pada 2024 dan kedua pada 2025. Flasch menegaskan bahwa meskipun kepergiannya merupakan kerugian besar, BMW tidak terlalu khawatir. Mereka memiliki sumber daya dan strategi untuk mencari pengganti serta terus bersaing di level tertinggi.
