Momen Unik Kiper Persija Jakarta Carlos Eduardo Sungkem ke Suporter Persebaya Surabaya, Simbol Persaudaraan Bonek dan Jakmania!

 

Rancak Media – Persebaya Surabaya ditekuk Persija Jakarta dengan skor 1-3 pada lanjutan Super League 2025/2026 pekan ke-9 di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Sabtu malam (18/10/2025). Meski Macan Kemayoran berhasil menang di kandang Green Force, suasana di stadion justru penuh rasa hormat dan kehangatan antarsuporter. Bahkan, di media sosial, satu adegan ‘adem’ antara kedua tim viral di Instagram. 

Dalam video yang diunggah ke media sosial, terlihat kiper Persija Jakarta, Carlos Eduardo, melakukan aksi tak biasa. Pemain asal Brasil itu ‘sungkem’ ke tangan Cak Tessy ketika diajak berjabat tangan usai laga. Sebuah gestur yang langsung mencuri perhatian warganet, menjadi simbol penghormatan dan perbedaan budaya yang berpadu indah di tengah panasnya rivalitas dua tim besar Indonesia.

Persebaya Surabaya Kalah 1-3 dari Persija Jakarta, Francisco Rivera Tulis Pesan Hangat untuk Bonek

Dalam video tersebut, Cak Tessy—sosok yang dikenal di kalangan Bonek—menyambut dengan senyum lebar ketika sang kiper Persija menundukkan kepala dan mencium tangannya. Aksi itu diunggah akun @agus_bimbim_slengean. Ia menulis pesan panjang tentang makna persaudaraan antara Bonek dan Jakmania yang kini menjadi bagian penting dari sejarah perdamaian suporter di Indonesia.

“Alhamdulillah pertandingan tadi malam aman, nyaman, tertib, makasih buat kalian semua terbaik pokoknya. Kalian udah dewasa, dulur,” tulisnya penuh kebanggaan. Dalam unggahannya, ia juga menegaskan jika kemenangan sejati bukan hanya di skor akhir, tetapi di kedewasaan suporter.

“Persebaya boleh kalah sama Persija, tapi Boneknya menang tadi malam, soalnya gak ada keributan. Aman, nyaman, tertib sampai habis pertandingan. Terbaik kalian semua, dulurku Bonek Bonita,” lanjutnya. Ia menambahkan, sekitar 50 ribu suporter memenuhi Stadion GBT tanpa insiden sedikit pun.

“Selamat buat Persija atas kemenangannya di GBT. Selamat jalan, hati-hati di jalan sampai ketemu di Jakarta lagi nanti,” tulisnya dengan emoji hati hijau dan oranye.

Unggahan itu sontak menuai pujian dari banyak pihak. Banyak yang menilai situasi damai di GBT menjadi bukti nyata jika rivalitas di sepak bola bisa berjalan tanpa kebencian.

“Ayo Persebaya Surabaya bangkit, kamu harus bisa main bagus dan tenang di lapangan. Makasih semua,” tutupnya.

Di kolom komentar, para Bonek juga ramai menyoroti aksi kiper Persija yang sungkem tersebut. “Iki sing nggarakno maine kiper Persija ciamik soro cak,” tulis salah satu akun disertai emoji api dan tepuk tangan.

Komentar lainnya tak kalah lucu dan hangat.

“Terbaikkkk, bener-bener Bonek dan The Jak berbaur, gak ada gesekan sedikit pun. Cak Melky yang masih kontra aja semalam ngobrol sama The Jak, kelazzz dah,” tulis seorang pengguna Instagram.

Leo Lelis Pilih Fokus Ketimbang Dengar Kritik Bonek, Anggap Persebaya Surabaya Kurang Beruntung Kontra Persija Jakarta

Bahkan ada juga yang mengaitkan sikap rendah hati Carlos Eduardo dengan latar religiusnya. “Kiper e koyok e tau mondok,” canda seorang Bonek disambut emoji tawa dan hati hijau-oranye.

Sementara itu, di lapangan, pertandingan berjalan intens sejak awal. Persija tampil efektif dengan keunggulan dua gol di babak pertama yang membuat pelatih Persebaya Surabaya, Eduardo Perez, harus memutar otak.

Memasuki babak kedua, Perez melakukan perubahan strategi dengan memasukkan Gali Freitas untuk menambah daya serang menggantikan Malik Risaldi. Hasilnya hampir membuahkan gol cepat di menit ke-46 saat Mihailo Perovic menjebol gawang Persija, tapi gol itu dianulir wasit.

Update Klasemen Super League 2025/2026! Persebaya Surabaya Terbuang ke Papan Tengah

Persija sempat mengancam lagi lewat sepakan keras Rizky Ridho di menit ke-51 yang mengarah ke gawang Ernando Ari. Namun sang kiper andalan Timnas Indonesia itu masih sigap menepis bola dengan penyelamatan gemilang.

Tekanan Green Force terus berlanjut, terutama lewat Gali Freitas yang beberapa kali melepaskan tembakan jarak jauh. Salah satunya di menit ke-58 yang nyaris masuk ke gawang, tetapi Carlos Eduardo tampil brilian menepis bola.

Petaka datang bagi tuan rumah pada menit ke-73 setelah wasit menunjuk titik putih akibat pelanggaran di kotak penalti oleh Catur Pamungkas. Allano de Lima yang menjadi eksekutor menjalankan tugasnya dengan sempurna, membuat Persija unggul 3-0.

Persebaya Surabaya sempat memperkecil kedudukan di menit ke-77 lewat sundulan Leo Lelis yang memanfaatkan umpan sepak pojok Francisco Rivera. Namun, hingga peluit panjang berbunyi, skor 1-3 tak berubah.

Kekalahan itu membuat Persebaya Surabaya tertahan di posisi ketujuh klasemen sementara dengan 10 poin. Namun, di luar hasil di papan skor, laga ini meninggalkan kesan mendalam bagi kedua suporter.

Bagi banyak orang, momen Carlos Eduardo sungkem ke Cak Tessy menjadi bukti sepak bola lebih dari sekadar kemenangan dan kekalahan. Ia menunjukkan bagaimana rivalitas bisa berubah menjadi rasa saling menghormati, bahkan menjadi simbol persaudaraan dua kelompok suporter yang dulu dikenal keras.

Persebaya Surabaya Kalah! Disikat Persija Jakarta 1-3 di Gelora Bung Tomo

Gestur sederhana itu menjadi potret baru sepak bola Indonesia yang damai dan beradab. Di tengah panasnya kompetisi, justru kehangatan manusiawi seperti inilah yang membuat sepak bola kembali ke maknanya yang paling murni: menyatukan, bukan memisahkan.

Baca Juga

Tags

nafa cahyani

Saya merupakan seorang content writer SEO, Teknologi, Finansial, Wisata, Resep Masakan dan lain-lain, Semoga dapat bermanfaat untuk teman semua.