
Rancak Media Perwakilan AFC memberikan jawaban singkat soal gugatan Nepal ke FIFA atas kasus naturalisasi ilegal Timnas Malaysia.
Timnas Nepal kalah 0-2 dari Timnas Malaysia di laga kedua Grup F Kualifikasi Piala Asia 2027 pada Maret lalu.
Dua gol Malaysia dicetak oleh Hector Hevel dan La’Vere Corbin Ong di Stadion Sultan Ibrahim.
Saat itu, Hevel muncul sebagai pemain keturunan baru Malaysia dan itu menjadi laga debutnya bersama tim.
Pandit Malaysia Ungkap Alasan Kegagalan Timnas Indonesia Lolos Piala Dunia 2026 Makin Sulit Diterima
Setelah itu, Malaysia mengumumkan kehadiran enam pemain keturunan lagi pada laga kedua melawan Timnas Vietnam.
Mereka adalah Gabriel Palmero, Facundo Garces, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, Joao Figueiredo dan Jon Irazabal.
Mereka tampil dalam kemenangan 4-0 Malaysia atas Vietnam di Stadion Nasional Bukit Jalil pada 10 Juni.
Setelahnya, Vietnam dilaporkan meminta FIFA melakukan penyelidikan terhadap ketujuh pemain itu.
Hasilnya, FIFA menjatuhkan hukuman kepada Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) dan ketujuh pemain tersebut.
FAM dan ketujuh pemain tersebut diduga melanggar Pasal 22 Kode Disiplin FIFA (FDC) tentang pemalsuan dokumen.
Ketujuh pemain naturalisasi Malaysia juga dilarang beraktivitas di dunia sepak bola selama 12 bulan.
Setelah Vietnam, Asosiasi Sepak Bola Nepal (ANFA) dilaporkan telah mengajukan pengaduan resmi kepada FIFA.
Hal itu diungkap media ternama, The Guardian, yang mengonfirmasi bahwa ANFA juga mengikuti jejak Vietnam.
“ANFA telah mengajukan keluhan terhadap Malaysia, setelah Hector Hevel, salah satu pencetak gol dalam kemenangan 2-0 Malaysia atas Nepal pada bulan Maret, dinyatakan tidak memenuhi syarat oleh FIFA, yang berarti keputusan tersebut dapat dibatalkan,” tulis The Guardian.
Malaysia Remehkan Gugatan Nepal ke FIFA, FAM: Jangan Dipikirkan
ANFA mengklaim bahwa Malaysia menurunkan pemain yang tidak memenuhi syarat melawan tim nasionalnya.
Oleh karena itu, ANFA meminta agar skuad Harimau Malaya mendapat hukuman pengurangan poin.
“Kami telah menghubungi Anda terkait pemain yang tidak memenuhi syarat dalam pertandingan tersebut.”
“Oleh karena itu, hasilnya harus dibatalkan,” ujar Indra Man Tuladhar, CEO ANFA, kepada AFP.
Badan yang memiliki wewenang untuk memberikan hukuman pengurangan poin kepada Malaysia adalah AFC.
Namun, AFC mengaku akan menunggu FAM menempuh semua jalur hukum sebelum memutuskan nasib Malaysia.
Proses hukum itu meliputi banding ke Komite Disiplin FIFA dan Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS).
AFC memberikan tenggat waktu kepada FAM untuk menempuh semua jalur hukum hingga 31 Maret tahun depan.
Tenggat waktu tersebut bertepatan dengan pertandingan terakhir Malaysia di Kualifikasi Piala Asia 2027 melawan Vietnam.
Sebelum itu, Malaysia tetap bisa memainkan sisa laga Kualifikasi Piala Asia 2027 meski tanpa tujuh pemain naturalisasinya.
Menanggapi pengaduan yang diajukan Nepal kepada FIFA, AFC mengaku belum menerima keluhan ANFA.
“Tidak ada (keluhan ANFA),” Sekretaris Jenderal AFC asal Malaysia Datuk Seri Windsor Paul John kepada BH Sukan.
