
Rancak Media – – Nama Zinedine Zidane masih menjadi salah satu yang paling diperbincangkan di bursa pelatih dunia.
Meski sudah empat tahun meninggalkan kursi kepelatihan Real Madrid, legenda asal Prancis itu hingga kini belum kembali ke pinggir lapangan.
Banyak yang meyakini, Zidane tengah menunggu proyek spesial sebelum memutuskan kembali melatih.
Zinedine Zidane Tegaskan Ambisi Latih Timnas Prancis, Siap Gantikan Deschamps!
Padahal, tawaran dari berbagai klub top Eropa tak pernah berhenti datang, termasuk dari Real Madrid sendiri. Namun, hingga kini, sang maestro tetap memilih menepi.
Dalam wawancara di Festival Sepak Bola Trento (via Gianluca Di Marzio), Zidane akhirnya memberikan sedikit bocoran mengenai arah masa depannya.
Ketika ditanya soal kemungkinan melatih Juventus, klub yang pernah dibelanya semasa bermain, Zidane menjawab dengan diplomatis namun kemudian membuat pengakuan menarik.
Putra Zinedine Zidane dapat Panggilan Timnas Senior Aljazair Jelang Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Afrika
“Saya pasti akan kembali melatih. Juventus? Saya tidak tahu kenapa itu belum terjadi. Klub itu selalu ada di hati saya karena banyak memberi saya hal luar biasa. Tapi di masa depan, salah satu tujuan saya adalah melatih tim nasional Prancis. Kita lihat saja nanti,” ujar Zidane.
Selain membahas rencananya ke depan, Zidane juga bercerita tentang perjalanannya menjadi pelatih setelah gantung sepatu.
Ia menuturkan bahwa keputusan itu datang setelah sempat kebingungan mencari arah hidup pasca pensiun.
“Saat saya berhenti bermain, hidup saya berubah total. Selama tiga tahun saya tidak tahu harus melakukan apa. Saya mencoba banyak hal sebelum akhirnya mengikuti kursus kepelatihan. Dari semua pelatih yang pernah membimbing saya, Marcello Lippi memberi pengaruh besar,” ungkapnya.
Zidane juga menyebut Carlo Ancelotti sebagai sosok penting dalam perjalanan kariernya, baik sebagai pemain maupun pelatih.
“Awalnya saya dilatih Ancelotti, lalu menjadi asistennya. Dia bukan cuma pelatih, tapi juga teman. Ia pelatih hebat karena mau mendengarkan pemain,” tambahnya.
Menutup sesi wawancara, Zidane menekankan bahwa kunci seorang pelatih hebat bukan hanya soal trofi, melainkan gairah terhadap sepak bola dan kemampuan untuk menginspirasi pemain.
“Seorang pelatih harus punya semangat besar terhadap sepak bola. Tidak semua yang hebat itu pemenang, tapi yang penting adalah bisa menyampaikan sesuatu kepada pemain. Ketika kamu bersemangat, para pemain akan merasakannya,” pungkas Zidane.
Dengan pernyataan itu, Zidane seolah memberi sinyal kuat: mungkin saja langkah berikutnya dalam kariernya bukan di klub, tapi di tim nasional Prancis, negara tempat segalanya dimulai.
