
Pembalap Gresini Racing, Alex Marquez, mengungkapkan rasa tidak percayanya atas keberhasilan meraih podium pada seri MotoGP Indonesia 2025. Sebuah pencapaian tak terduga, mengingat adik dari Marc Marquez ini sempat dirundung pesimisme di Sirkuit Mandalika.
Balapan MotoGP Indonesia 2025 yang berlangsung di Sirkuit Mandalika, Nusa Tenggara Barat, memang menyajikan tantangan berat bagi para penunggang Ducati, terutama bagi tim pabrikan. Dua andalan utama mereka, Marc Marquez dan Francesco Bagnaia, gagal membawa pulang poin dari balapan utama yang sengit. Bagi Marc Marquez, lintasan sepanjang 4,3 kilometer ini kembali menunjukkan sisi angkernya setelah ia mengalami kecelakaan di Tikungan 7 yang berujung cedera. Ini memperpanjang rekor buruknya, di mana “Si Alien” belum pernah berhasil menyentuh garis finis di Mandalika sejak sirkuit ini pertama kali masuk kalender MotoGP pada musim 2022. Francesco Bagnaia pun tak luput dari nasib kurang beruntung; momen kebangkitan yang sempat ia ukir di seri Jepang sebelumnya seolah sirna di sirkuit kebanggaan Indonesia ini.
Kendati demikian, pabrikan asal Italia itu patut berbangga karena dua amunisinya yang bernaung di bawah bendera Gresini Racing berhasil menempatkan diri di podium. Fermin Aldeguer, seorang rookie alias pembalap pendatang baru musim ini, tampil sensasional dengan motor Desmosedici GP24 miliknya, sukses menjuarai lomba. Perayaan tim Gresini semakin meriah tatkala Alex Marquez, yang sebelumnya sempat terseok-seok, turut mengamankan podium dengan finis di posisi ketiga.
Yamaha Ajak Konsumen Nonton Langsung MotoGP, Dapat Momen Tak Terlupakan di Mandalika
Khusus bagi Alex, ia mengakui sempat dilanda pesimisme untuk bisa meraih podium di Mandalika. Pasalnya, momen startnya berlangsung kacau, di mana adik dari Marc Marquez itu tidak berhasil mengaktifkan perangkat holeshot device yang seharusnya membantunya melesat saat bendera start dikibarkan. “Saya memulai balapan dengan sangat buruk,” kata Alex, yang dikutip dari laman Crash.net. “Saya tidak mengaktifkan perangkat depan (holeshot device), jadi saya mengucapkan ‘selamat tinggal’ pada balapan ini,” imbuhnya, menggambarkan betapa tipisnya harapannya di awal lomba.
Namun, mentalitas seorang juara membuatnya enggan menyerah begitu saja. Alex perlahan bangkit, fokus untuk tidak melakukan kesalahan di lap-lap awal. “Untungnya, saya bisa start dengan cukup baik, tetapi saya masih kehilangan beberapa posisi,” ujar Alex. “Saya tidak tahu posisi saya di lap-lap pertama, saya hanya berusaha untuk konsisten dan tidak membuat kesalahan,” tambahnya, menggambarkan strateginya untuk tetap tenang dan fokus.
Berbekal mentalitas pantang menyerah tersebut, Alex Marquez secara bertahap mampu memperbaiki posisinya. Ia berhasil memenangi duel sengit melawan duo Yamaha, Fabio Quartararo dan Alex Rins, yang dikenal tangguh. “Podium tampak sangat jauh, tetapi tiba-tiba, dari satu putaran ke putaran berikutnya, saya berkata, grup pembalap depan sudah terlihat,” cerita Alex. Ia menambahkan, “Saya berada di barisan pembalap Yamaha, Quartararo dan Rins, yang sangat cepat dengan ban belakang soft di awal dan mustahil untuk menyalip mereka. Tetapi kemudian, saya mulai menyalip dan merasa sedikit lebih baik, saya melakukan semuanya dengan sabar, hanya berusaha untuk tidak membuat kesalahan.” Prosesnya adalah tentang kesabaran dan strategi yang matang.
Kesabaran pembalap berusia 29 tahun itu akhirnya membuahkan hasil manis. Alex Marquez berhasil mengamankan posisi podium, meskipun pada akhirnya ia harus mengakui keunggulan Pedro Acosta dari KTM yang melesat di depannya. “Dua lap terakhir, Pedro lebih cepat dari saya, dia menyalip saya dan saya bilang, podium sudah cukup setelah semua masalah yang kami hadapi akhir pekan ini,” ungkap Alex. Ia menambahkan rasa syukurnya, “Hasil yang bagus, tahun lalu, kami sangat kesulitan di sini. Di atas kertas, ini salah satu trek terlemah saya di Mandalika, jadi kami berhasil mengatasinya dengan sangat baik.” Ini menjadi bukti adaptasi dan performa luar biasa Alex Marquez di Sirkuit Mandalika.
Arai Agaska Bertekad Taklukkan Estoril pada Laga Pamungkas R3 BLU CRU World Cup 2025 di Portugal
Ringkasan
Alex Marquez dari Gresini Racing berhasil meraih podium ketiga di MotoGP Indonesia 2025, sebuah pencapaian yang tak terduga. Balapan di Mandalika ini menjadi tantangan berat bagi tim pabrikan Ducati, dengan Marc Marquez kembali gagal finis dan Francesco Bagnaia kesulitan. Namun, tim Gresini justru bersinar berkat kemenangan Fermin Aldeguer dan podium yang diamankan Alex Marquez.
Alex mengakui startnya kacau karena gagal mengaktifkan perangkat holeshot, namun ia bangkit dengan fokus pada konsistensi dan kesabaran. Ia perlahan memperbaiki posisinya, memenangkan duel sengit dan menemukan ritme balapnya. Meskipun akhirnya disalip Pedro Acosta, Alex berhasil mengamankan posisi podium, membuktikan adaptasi dan performa luar biasa di sirkuit yang sebelumnya dianggap sulit baginya.
