Nova Widianto: Target Baru, Latih Ganda Malaysia Raih Juara Dunia!

 

Rancak Media Pelatih ganda campuran Malaysia, Nova Widianto, kini mengalihkan fokusnya untuk meningkatkan performa pasangan Hoo Pang Ron/Cheng Su Yin, menyusul keberhasilannya membawa Chen Tang Jie/Toh Ee Wei meraih gelar di Kejuaraan Dunia 2025.

Sentuhan dingin para pelatih asal Indonesia semakin terasa dampaknya bagi perkembangan bulutangkis Malaysia. Perlahan namun pasti, prestasi mulai berdatangan dari atlet-atlet Malaysia yang langsung dibimbing oleh para juru taktik berpengalaman dari Tanah Air.

Sebagai contoh, pada Kejuaraan Asia 2025 yang lalu, Malaysia berhasil meraih satu medali emas melalui sektor ganda putra. Keberhasilan ini tidak lepas dari peran penting Herry Iman Pierngadi, atau yang akrab disapa Herry IP, yang sukses mengantar Aaron Chia/Soh Wooi Yik menjadi juara Asia.

Tak lama berselang, tepatnya pada Agustus, giliran Nova Widianto yang mencatatkan prestasi gemilang. Pelatih ganda campuran ini berhasil membawa pasangan Malaysia, Chen Tang Jie/Toh Ee Wei, meraih medali emas pada Kejuaraan Dunia 2025 yang diselenggarakan di Paris, sebuah pencapaian yang membanggakan.

Kini, setelah sukses mengantar satu pasangan ke puncak dunia, Nova Widianto bertekad untuk mengorbitkan pasangan Malaysia lainnya. Ia menaruh harapan besar pada Hoo Pang Ron/Cheng Su Yin untuk segera melesat dan menembus jajaran 10 besar dunia.

Sejarah Baru di China Masters 2025, Murid Nova Widianto Buyarkan Dominasi Tuan Rumah saat Wakil Merah Putih Terus-terusan Merana

Meskipun baru-baru ini mereka harus menelan kekalahan di babak pertama Korea Open 2025, Nova Widianto tetap optimistis. Pelatih asal Indonesia tersebut memahami bahwa cedera pergelangan kaki yang dialami Su Yin menjadi faktor utama di balik hasil tersebut.

Menurut Nova, Hoo Pang Ron/Cheng Su Yin sebetulnya telah menunjukkan perkembangan yang sangat positif. Hal ini terbukti dari keberhasilan mereka mencapai babak perempat final di Kejuaraan Dunia, sebuah indikasi kualitas yang tidak bisa diremehkan.

“Penampilan di Kejuaraan Dunia Paris telah memulihkan kepercayaan diri Pang Ron/Su Yin,” ujar Nova, seperti dikutip Juara.net dari New Straits Times. “Mereka juga bermain bagus di Hong Kong Open dan China Masters. Namun, Su Yin mengalami cedera di Korea Open dan kalah di babak pertama,” tambahnya menjelaskan.

Dengan keyakinan penuh terhadap potensi mereka, Nova menegaskan tidak akan memisahkan pasangan yang kini menduduki peringkat 18 dunia itu, sekalipun salah satu pemainnya sedang dibekap cedera. Ia sangat yakin Hoo Pang Ron/Cheng Su Yin mampu mendulang prestasi pada turnamen-turnamen berikutnya di Eropa.

Kalah dari Murid Nova Widianto, Jafar/Felisha Tuai Pelajaran Berharga meski Dilanda Cedera

“Saya masih yakin Pang Ron/Su Yin bisa menjadi pasangan yang berkualitas, dan itulah alasan saya tidak ingin memisahkan mereka,” tutur Nova. “Lagipula, ada selisih yang besar antara mereka dan pasangan cadangan lainnya. Saya berharap mereka dapat melanjutkan kebangkitan mereka di Eropa dan meraih hasil yang lebih baik,” jelasnya lebih lanjut.

Mantan juara dunia ini juga mengungkapkan bahwa rencana perombakan beberapa pasangan hanya akan dilakukan setelah Kejuaraan Dunia Junior di Guwahati yang dijadwalkan pada 6-19 Oktober. Ia berencana untuk memasangkan atlet junior dengan pemain senior nasional guna menciptakan kombinasi baru.

Sementara itu, Hoo Pang Ron/Cheng Su Yin masih akan diberikan kesempatan penuh untuk membuktikan kemampuan mereka. Keduanya dijadwalkan tampil di beberapa turnamen bergengsi Eropa, meliputi Denmark Open (14-19 Oktober), Prancis Open (21-26 Oktober), dan Hylo Open (28 Oktober-2 November).

Ringkasan

Nova Widianto, pelatih ganda campuran Malaysia, kini fokus membimbing Hoo Pang Ron/Cheng Su Yin setelah berhasil membawa Chen Tang Jie/Toh Ee Wei meraih medali emas di Kejuaraan Dunia 2025. Ia menargetkan agar pasangan Hoo Pang Ron/Cheng Su Yin dapat segera menembus jajaran 10 besar dunia. Keberhasilan ini menambah daftar panjang dampak positif pelatih Indonesia terhadap bulutangkis Malaysia, mirip dengan Herry Iman Pierngadi yang sukses mengantar ganda putra meraih emas Kejuaraan Asia.

Meskipun Hoo Pang Ron/Cheng Su Yin sempat kalah di babak pertama Korea Open 2025 karena cedera pergelangan kaki, Nova Widianto tetap optimistis terhadap pasangan peringkat 18 dunia ini. Ia tidak akan memisahkan mereka dan yakin Hoo Pang Ron/Cheng Su Yin mampu mendulang prestasi, terutama setelah menunjukkan perkembangan positif hingga mencapai perempat final Kejuaraan Dunia. Pasangan tersebut dijadwalkan tampil di beberapa turnamen Eropa mendatang, termasuk Denmark Open, Prancis Open, dan Hylo Open.

Baca Juga

nafa cahyani

Saya merupakan seorang content writer SEO, Teknologi, Finansial, Wisata, Resep Masakan dan lain-lain, Semoga dapat bermanfaat untuk teman semua.