
Rancak Media – Tidak masuknya Marselino Ferdinan ke dalam skuad Timnas Indonesia untuk Kualifikasi Putaran Keempat Piala Dunia 2026 hingga kini masih menjadi sorotan.
Malaysia Tetap Undang Donald Trump Hadiri KTT ASEAN ke-47
Banyak yang menduga kurangnya menit bermain menjadi alasan Marselino Ferdinan tidak dipanggil Patrick Kluivert, apalagi Lino hingga kini juga belum menjalani debut di Liga Slovakia bersama klub barunya, AS Trencin.
Hal itu akhirnya turut ditanggapi juga oleh Aji Santoso, pelatih yang mengorbitkan Marselino Ferdinan saat masih menangani Persebaya Surabaya. Menurut Aji, Patrick Kluivert pasti punya pertimbangan tertentu.
“Kenapa Marselino tidak dipanggil, meskipun di pertandingan-pertandingan yang sebelumnya itu juga Lino tampil cukup bagus, bahkan juga bisa mencetak (dua) gol ketika melawan Arab Saudi (November lalu), mungkin Patrick mempunyai pertimbangan-pertimbangan lain, sehingga Marselino untuk saat ini tidak dipanggil lagi,” kata Aji seperti dikutip dari Antara.
Aji menambahkan bahwa ia sepakat jika alasan tidak dimasukkannya Lino ke dalam skuad Garuda antara lain karena kurangnya menit bermain dan jam terbang, baik itu saat di Oxford maupun saat sudah dipinjamkan ke AS Trencin.
“Karena kalau Marselino tidak main di klub secara reguler, tentunya sentuhan-sentuhan terbaik dia pasti akan berbeda dengan ketika dia mengikuti kompetisi secara reguler,” tambah mantan pelatih Persebaya itu.
Bermain di klub secara reguler tentu sangat diperlukan sebagai tolok ukur pelatih tim nasional memanggil pemainnya, karena bisa mempengaruhi mentalitas si pemain saat bertanding.
Aji pun yakin kekuatan mentalitas bertanding Lino masih bisa diasah jika diberi lebih banyak kesempatan bermain, karena Aji tahu kemampuan Lino saat mempercayakan dia menjalani debut dan menjadi pemain inti di Persebaya meski masih berusia belia.
Sebagai informasi, Lino menjalani debut bersama Persebaya saat menghadapi Persikabo 1973 pada pertandingan Liga 1 Indonesia bulan September 2021. Ketika itu, ia baru berumur 17 tahun, dan masuk pada babak kedua untuk menggantikan Samsul Arif serta bermain sekitar 25 menit dalam kemenangan 3-1 Green Force.
“Karena waktu itu memang Marselino masih sangat muda. Tetapi dengan pemikiran yang matang, pertimbangan yang matang, saya memberi kesempatan Marselino main, kalau tidak salah sekitar 25 menit akhir. Nah dari momen itulah Marselino berkembang sangat pesat, sampai menjadi pemain nasional,” kenang mantan pelatih Timnas Indonesia U-23 itu.
Setelah debutnya tersebut, adik dari pemain Persebaya Oktafianus Fernando itu terus diberi kepercayaan bermain, dan ia mencetak gol debutnya dua bulan kemudian saat Green Force bermain imbang 2-2 melawan Arema FC.
Secara total, Marselino mencatatkan 34 penampilan bersama Persebaya, dengan mencetak tujuh gol dan sembilan assists. Ia kemudian direkrut oleh klub Belgia, KMSK Deinze, pada Januari 2023.
Menurut Aji, Lino punya sejumlah kelebihan, antara lain kecepatan, visi bermain yang bagus, serta tendangan akurat.
“Memang pemain ini pemain berbakat, punya kecepatan, punya intelijensi yang bagus, visi pemainnya juga bagus, punya senjata tembakan-tembakan yang juga akurat, masih muda, posturnya juga ideal,” pungkasnya.
Sebenarnya, performa Lino di Timnas Indonesia tidak buruk-buruk amat. Dari 37 penampilan, ia mencetak lima gol, dan dua assists, sehingga menjadi salah satu pemain kunci Skuad Garuda dalam beberapa tahun terakhir, termasuk di putaran ketiga babak kualifikasi Piala Dunia.
Indonesia sendiri akan memainkan putaran keempat babak kualifikasi di Arab Saudi, dengan menghadapi tuan rumah Arab Saudi terlebih dahulu pada Kamis (9/10) pukul 00.15 WIB, lalu berjumpa Irak pada Minggu (12/10) pukul 02.30 WIB. Kedua laga krusial ini akan digelar di King Abdullah Sport City, Jeddah, Arab Saudi.
Peringkat pertama klasemen akhir grup (dari dua grup) akan lolos otomatis ke Piala Dunia 2026, sedangkan posisi kedua melaju ke putaran kelima babak kualifikasi, lalu yang finis di tempat ketiga akan dipastikan tidak lolos ke piala dunia. (*)
