Neymar Ngamuk! Raphinha Diremehkan di Ballon d’Or 2025?

 

Dunia sepak bola kembali dihebohkan oleh komentar pedas dari bintang Brasil, Neymar, yang secara terbuka mengecam hasil peringkat Ballon d’Or 2025. Sorotan tajamnya tertuju pada keputusan kontroversial yang menempatkan rekan senegaranya, Raphinha, hanya di urutan kelima dalam ajang penghargaan paling bergengsi itu.

Melalui platform media sosial, khususnya Instagram, Neymar tidak menahan diri dalam menyuarakan kekecewaannya. Dilansir dari Bein Sports pada Rabu (24/9), sang bintang Brasil dengan tegas menyebut penempatan Raphinha di posisi kelima sebagai ‘terlalu lucu’, bahkan mengindikasikan adanya ketidakadilan yang kentara. Komentar pedas ini seketika memicu gelombang perbincangan hangat dan perdebatan sengit di kalangan komunitas sepak bola global, seiring Neymar meyakini bahwa kompatriotnya itu layak mendapatkan peringkat yang jauh lebih tinggi. Kritikannya secara jelas menyoroti dan mempertanyakan objektivitas serta kriteria penilaian para juri Ballon d’Or.

Pada akhirnya, trofi Ballon d’Or 2025 berhasil dibawa pulang oleh Ousmane Dembélé, yang menikmati musim gemilang bersama Paris Saint-Germain. Namun, di balik kemenangan tersebut, tersusunlah daftar peringkat yang menjadi pangkal kegeraman Neymar. Posisi kedua ditempati oleh sensasi muda Lamine Yamal, diikuti oleh Vitinha di urutan ketiga dan Mohamed Salah di posisi keempat. Sementara itu, Raphinha, meskipun telah menunjukkan performa yang benar-benar luar biasa sepanjang musim, harus puas menduduki peringkat kelima, sebuah posisi yang menurut banyak pihak tidak mencerminkan kontribusinya.

Mengapa kritik Neymar begitu tajam? Jawabannya terletak pada performa fenomenal Raphinha bersama Barcelona. Ia memainkan peran krusial dalam keberhasilan tim Catalan menyabet gelar ganda domestik, yakni LaLiga, Piala Super, dan Copa del Rey. Kontribusi golnya di liga juga sangat impresif, dengan 18 gol yang menunjukkan ketajaman luar biasa di depan gawang. Rentetan penampilan gemilang ini tentu saja membuat banyak pengamat dan penggemar sepak bola terkejut, bahkan merasa bingung, dengan hasil pemungutan suara Ballon d’Or yang menempatkannya begitu rendah.

Tak berhenti di kompetisi domestik, kiprah Raphinha di Liga Champions 2024–2025 juga mencatatkan sejarah baru. Ia menorehkan rekor fantastis dengan 12 gol dan 8 assist, menghasilkan total 20 kontribusi gol yang luar biasa. Angka ini bahkan melampaui rekor legendaris Lionel Messi pada musim 2011–2012, sebuah capaian yang secara tegas memperkuat argumen bahwa Raphinha layak mendapatkan posisi yang jauh lebih tinggi. Selain itu, kolaborasinya yang mematikan dengan talenta muda Lamine Yamal menjadi salah satu kunci utama serangan Barcelona. Duet maut mereka bukan hanya mendominasi panggung sepak bola Spanyol sepanjang musim, tetapi juga memukau di kancah Eropa, menjadikannya kombinasi yang pantas mendapat apresiasi sebesar-besarnya dalam penilaian Ballon d’Or.

Kritik terang-terangan dari Neymar ini, pada akhirnya, tidak hanya sekadar ungkapan kekecewaan pribadi. Ia berhasil menyulut kembali sorotan tajam terhadap integritas dan proses pemilihan Ballon d’Or secara keseluruhan. Pernyataannya memicu diskusi sengit mengenai transparansi, objektivitas, dan kriteria penilaian sebuah penghargaan yang seharusnya mencerminkan performa terbaik di dunia sepak bola. Tak heran, banyak penggemar di seluruh dunia pun turut mendukung pandangan Neymar, menyuarakan keyakinan bahwa Raphinha, dengan segudang prestasinya, sudah selayaknya mendapatkan posisi yang jauh lebih terhormat dalam daftar elite tersebut.

Ringkasan

Bintang Brasil, Neymar, secara terbuka mengecam hasil peringkat Ballon d’Or 2025, khususnya penempatan rekan senegaranya, Raphinha, di urutan kelima. Melalui media sosial, Neymar menyebut keputusan itu “terlalu lucu” dan mengindikasikan ketidakadilan, memicu perdebatan luas tentang objektivitas kriteria penilaian juri. Trofi Ballon d’Or tahun itu dimenangkan oleh Ousmane Dembélé, dengan Lamine Yamal, Vitinha, dan Mohamed Salah di posisi atas.

Kritik Neymar didasari performa fenomenal Raphinha bersama Barcelona, yang krusial dalam keberhasilan tim meraih gelar ganda domestik LaLiga, Piala Super, dan Copa del Rey, serta mencetak 18 gol di liga. Ia juga menorehkan rekor 12 gol dan 8 assist di Liga Champions 2024–2025, melampaui catatan Lionel Messi sebelumnya. Kontribusi luar biasa ini dinilai tidak tercermin dalam peringkat Ballon d’Or, sehingga memicu sorotan terhadap integritas proses pemilihan penghargaan tersebut.

Baca Juga

Tags

nafa cahyani

Saya merupakan seorang content writer SEO, Teknologi, Finansial, Wisata, Resep Masakan dan lain-lain, Semoga dapat bermanfaat untuk teman semua.