
Rancak Media Marc Marquez menyampaikan curahan hatinya soal performa Francesco Bagnaia pada MotoGP 2025.
Meski menggunakan sepeda motor yang sama, kedua pembalap ini punya hasil cukup berbeda.
Marquez seperti yang diketahui tampil sangat dominan hingga seri San Marino kemarin.
The Baby Alien bahkan berpeluang untuk mengunci gelar juara dunia pada MotoGP Jepang 2025 akhir pekan nanti (26-28/9/2025).
Sementara itu, Bagnaia bisa dikatakan masih tampil angin-anginan.
Jangankan menempel poin Marquez, pembalap yang akrab disapa Pecco ini harus menduduki posisi ketiga tepat di bawah Alex Marquez.
Situasi tersebut ternyata ikut menjadi sorotan dari Marc Marquez.
Pembalap asal Spanyol ini menguak alasannya ingin melihat Bagnaia tampil solid kembali.
“Masalahnya adalah saat Anda membalap kurang percaya diri, maka Anda akan lebih tegang saat mengendari sepeda motor,” tukasnya, dilansir Juara.net dari Corsedimoto.com.
Begini Penampilan Marc Marquez di Mata Fermin Aldeguer
“Sepeda motor itu tidak membelok sesuai dengan keinginan Anda…”
“Namun, saya yakin Pecco akan kembali.”
“Dia adalah pembalap yang bertalenta dan dia punya tim hebat di belakangnya.”
“Saat kami membutuhkan hasil yang bagus dari sisi proyek, maka kedua pembalap harus berada di depan,” sambung Marquez.
Kisah Marquez pada MotoGP 2025 ini memang sangat indah bak negeri dongeng.
Tahun-tahun kelam karena badai cedera mulai menghadirkan buah-buah yang begitu manis.
Tentu saja jalan The Baby Alien untuk sampai ke titik ini tidaklah mudah.
Salah satu langkah krusialnya ialah meninggalkan Honda dan bergabung bersama Gresini Racing pada tahun 2024 kemarin.
Alex Rins Sudah Menduga Bagnaia akan Kesulitan Jadi Rekan Setim Marc Marquez, tapi Tak Sebanyak Ini
“Kondisinya sangat sulit. Tetapi, yang paling sulit ialah saat saya comeback pada tahun 2021 silam,” ujarnya.
“Saya kembali membalap, tetapi saya belum merasa baikan. Tangan saya rasanya seperti kadang ada di satu posisi, kadang di posisi lain.”
“Sepanjang hari saya merasa kesakitan dan itu adalah bagian yang sangat berat.”
“Tetapi, ada sesuatu dalam diri saya yang berkata: ‘Mengapa tidak? Mengapa saya harus berhenti? Saya ingin membuktikan kemampuan saya. Ini saatnya saya mengambil sepeda motor terbaik dan itu adalah Ducati’.”
“Itu kemudian menjadi target saya. Saya melupakan soal hubungan baik, sejarah, dan juga uang.”
“Saya berkata: ‘Saya akan mencoba satu musim’. Kalau hasil saya tahun itu bersama Gresini tidak bagus, saya kira karier saya sudah tamat.”
‘Meninggalkan Honda dan gabung Gresini sebagai bebas transfer hanya untuk pembuktian diri adalah tantangan besar.”
“Saya memilih untuk mengambil risiko yang besar,” tambah Marquez.
