
Rancak Media Tiga pemain timnas Indonesia bertemu di Liga Thailand, yaitu Sandy Walsh, Shayne Pattynama, dan Pratama Arhan.
Minggu, 21 September 2025, menjadi tanggal yang tak terlupakan bagi para pesepak bola diaspora Indonesia yang berkarier di mancanegara. Di ajang Liga Thailand, tiga penggawa Timnas Indonesia secara kebetulan berduel di lapangan hijau, mewakili dua klub elite yang berbeda.
Ketiga pemain ‘Garuda’ itu, yakni Pratama Arhan, Sandy Walsh, dan Shayne Pattynama, tampil sebagai starter dalam pertandingan sengit antara Bangkok United melawan Buriram United. Pratama Arhan memperkuat kubu tuan rumah Bangkok United, sementara duo bek sayap, Sandy Walsh dan Shayne Pattynama, membela panji Buriram United.
Dalam laga krusial tersebut, Walsh dan Pattynama menunjukkan performa solid dengan bermain penuh selama 90 menit bagi tim berjuluk ‘Thunder Castle’ itu. Di sisi lain, Arhan hanya diberi kesempatan tampil selama 79 menit untuk ‘Bangkok Angels’ sebelum ditarik keluar. Pada akhirnya, Bangkok United harus mengakui ketangguhan Buriram United dengan skor tipis 1-2.
Hasil pertandingan dan menit bermain yang didapatkan ketiga pemain tersebut seolah menjadi cerminan dari dinamika posisi mereka di Timnas Indonesia. Baik di bawah kepemimpinan Shin Tae-yong maupun Patrick Kluivert, Sandy Walsh dan Shayne Pattynama secara konsisten menjadi pilihan utama di skuad ‘Garuda’. Dua bek sayap naturalisasi ini tetap mempertahankan tempatnya dalam tim ‘Merah Putih’, menunjukkan peran vital mereka yang tak tergantikan.
Kontras dengan kedua rekannya, Pratama Arhan justru menghadapi tantangan yang lebih kompleks. Sempat menjadi pilar utama di era Shin Tae-yong, posisinya kini terpinggirkan sejak Patrick Kluivert mengambil alih kursi pelatih. Bek kiri berusia 23 tahun ini telah mengoleksi 50 caps bersama Timnas Indonesia, sebuah pencapaian yang seluruhnya ia torehkan di bawah arahan juru taktik asal Korea Selatan itu.
Namun, sejak pergantian kepelatihan, Arhan belum sekalipun menambah catatan penampilan internasionalnya. Bahkan, pada pemanggilan ‘Garuda Calling’ bulan September ini, namanya tidak tercantum dalam daftar skuad. Kondisi Arhan ini memiliki kemiripan dengan nasib Asnawi Mangkualam, yang juga kehilangan tempatnya di skuad ‘Garuda’ sejak era kepelatihan Kluivert.
Meski demikian, asa untuk kembali berseragam ‘Merah Putih’ tetap membara. “Insyaallah bisa (dipanggil lagi ke Timnas Indonesia),” ujar Arhan menanggapi situasinya pekan lalu. Ia juga menambahkan harapannya, “Saya berharap Timnas Indonesia terus berkembang, maju terus, dan insyaallah bisa lolos ke Piala Dunia.” Apabila Pratama Arhan mampu mempertahankan konsistensinya sebagai starter di Bangkok United, tekanan terhadap Patrick Kluivert untuk memanggilnya kembali ke skuad ‘Garuda’ tentu akan semakin besar.
Ringkasan
Pada 21 September 2025, tiga pemain Timnas Indonesia, Sandy Walsh, Shayne Pattynama, dan Pratama Arhan, bertemu dalam pertandingan Liga Thailand. Pratama Arhan membela Bangkok United, sementara Sandy Walsh dan Shayne Pattynama memperkuat Buriram United, yang berhasil memenangkan laga dengan skor 2-1. Walsh dan Pattynama bermain penuh selama 90 menit, sedangkan Arhan tampil selama 79 menit.
Performa ini mencerminkan posisi mereka di Timnas Indonesia, di mana Walsh dan Pattynama konsisten menjadi pilihan utama di bawah pelatih Shin Tae-yong maupun Patrick Kluivert. Sebaliknya, Pratama Arhan yang sebelumnya menjadi pilar, kini terpinggirkan sejak Kluivert melatih dan belum dipanggil ke skuad terbaru. Arhan sendiri berharap dapat kembali memperkuat Timnas jika mampu mempertahankan konsistensinya di klub.
