Kisah perjalanan Jiang Zhen Bang/Wei Ya Xin, unggulan pertama sekaligus andalan tuan rumah, harus berakhir di babak semifinal China Open 2025. Tampil di hadapan publiknya sendiri di Shenzhen Arena, China, pada Sabtu (20/9/2025), ganda campuran terkemuka ini tak mampu membendung performa impresif pasangan Thailand, Dechapol Puavaranukroh/Supissara Paewsampran.
Sejak awal gim pertama, Dechapol Puavaranukroh/Supissara Paewsampran langsung tampil dengan performa yang memukau. Mereka berhasil membuka keunggulan tipis 4-2 lewat dua angka beruntun yang didapatkan. Namun, Jiang Zhen Bang/Wei Ya Xin, yang tak ingin lawannya melaju jauh, menunjukkan kelasnya sebagai unggulan pertama dengan mengejar ketertinggalan dan bahkan berbalik unggul 9-7, memicu sorak-sorai penonton.
Ironisnya, momentum keunggulan tersebut justru menjadi awal petaka bagi Jiang/Wei. Konsentrasi mereka buyar, dan secara mengejutkan membiarkan lima angka beruntun lepas begitu saja, mengubah kedudukan menjadi 12-9 untuk keunggulan Thailand. Puavaranukroh/Paewsampran tak menyia-nyiakan kesempatan, terus melaju hingga mencapai game point 20-15. Meski dalam tekanan berat, Jiang/Wei sempat menunjukkan perlawanan dengan meraih dua poin krusial, membuat skor menjadi 20-17. Namun, sebuah smes keras menyilang nan mematikan dari Puavaranukroh tak mampu dibendung oleh Wei Ya Xin, memastikan kemenangan gim pertama untuk pasangan Thailand dengan skor 21-17.
Hasil China Masters 2025 – Nelangsanya Akane Yamaguchi usai Bekuk Putri KW
Memasuki gim kedua dengan beban tertinggal 0-1, Jiang/Wei mengawali laga dengan kurang meyakinkan. Sebuah kesalahan dari Wei Ya Xin, yang pukulannya menyangkut net saat mencoba melakukan smes, langsung memberikan poin perdana bagi lawan, 0-1. Menariknya, pada poin kedua, Puavaranukroh/Paewsampran sempat mengajukan challenge, namun keputusan wasit tetap tidak berpihak kepada mereka, membuat kedudukan imbang 1-1.
Pertarungan sengit terjadi di tengah gim kedua, di mana kedua pasangan terlibat aksi ‘saling tikung’ poin untuk merebut keunggulan. Namun, menjelang interval, Puavaranukroh/Paewsampran kembali menunjukkan dominasinya dengan meraih tiga angka beruntun, mengamankan keunggulan tipis 11-8 saat jeda.
Selepas rehat interval, tekanan bagi Jiang/Wei semakin menjadi. Pasangan tuan rumah ini bahkan sempat tertinggal cukup jauh dengan selisih enam angka, 11-17, membuat asa seolah meredup. Namun, dengan semangat pantang menyerah, Jiang/Wei perlahan tapi pasti berhasil memangkas ketertinggalan, mengubah skor menjadi 16-17. Ketika hanya butuh satu angka lagi untuk menyamakan kedudukan, mereka terlibat dalam reli panjang yang menguras energi. Sayangnya, reli krusial tersebut justru dimenangkan oleh Puavaranukroh/Paewsampran setelah pukulan Wei kembali menyangkut net, membuat skor 18-16.
Ketegangan memuncak saat Jiang/Wei berhasil menyamakan kedudukan menjadi 20-20, memicu gemuruh dukungan dari penonton dan harapan akan rubber game. Namun, perjuangan heroik unggulan pertama itu harus berakhir pahit. Setelah pertarungan sengit di poin-poin krusial, mereka harus merelakan gim kedua direbut oleh pasangan Thailand dengan skor tipis 22-20.
Fajar/Fikri Jadi Penutup, Berikut Jadwal Semifinal China Masters 2025
Kekalahan Jiang Zhen Bang/Wei Ya Xin ini tak hanya mengakhiri langkah mereka di China Open 2025, tetapi juga sekaligus membuyarkan impian besar tuan rumah untuk mengunci gelar di sektor ganda campuran lebih awal, meninggalkan kekecewaan di Shenzhen Arena.
Ringkasan
Pasangan unggulan pertama tuan rumah, Jiang Zhen Bang/Wei Ya Xin, harus mengakhiri perjalanan mereka di babak semifinal China Open 2025. Mereka takluk di hadapan publik Shenzhen Arena oleh ganda campuran Thailand, Dechapol Puavaranukroh/Supissara Paewsampran. Kekalahan ini terjadi dalam dua gim langsung dengan skor 21-17 dan 22-20.
Meskipun Jiang/Wei sempat menunjukkan perlawanan sengit dan memimpin di beberapa kesempatan, momentum penting seringkali lepas. Kemenangan Puavaranukroh/Paewsampran di poin-poin krusial gim pertama dan kedua memastikan langkah mereka ke final. Hasil ini sekaligus membuyarkan impian tuan rumah untuk meraih gelar ganda campuran di turnamen tersebut.
