Merab Dvalishvili, petarung yang dikenal tangguh dan sempat membuat klan Nurmagomedov merasakan kekalahan, dikabarkan akan tampil di UFC 320 dalam kondisi puncaknya, atau “versi mengerikan” menurut banyak pihak. Petarung asal Georgia ini sedang menjalani kamp pelatihan yang sangat intensif untuk menghadapi tantangan besar. Ia dijadwalkan akan kembali memasuki oktagon pada 5 Oktober mendatang, berhadapan dengan lawan kuat, Cory Sandhagen.
Pertarungan ini bukan sekadar laga biasa bagi Dvalishvili. Ia tidak hanya mempertaruhkan statusnya sebagai juara bertahan, tetapi juga memiliki peluang emas untuk menyamai rekor legendaris Khabib Nurmagomedov. Sejauh ini, petarung berjulukan “The Machine” atau “Si Mesin” ini telah mencatatkan 12 kemenangan beruntun, sebuah pencapaian yang luar biasa. Artinya, kemenangan atas Sandhagen akan membawanya sejajar dengan rekor 13 kemenangan beruntun milik Khabib.
Menjelang duel penting ini, kondisi fisik dan mental Merab Dvalishvili menjadi fokus utama sang pelatih, John Wood. Wood mengungkapkan kekagumannya terhadap kesiapan anak didiknya yang menurutnya belum pernah ia saksikan sebelumnya. “Orang itu benar-benar mengerikan di sasana,” tutur Wood, seperti dilansir Juara.net dari Bloodyelbow.com. Ia melanjutkan, “Saya bahkan tidak bisa mengungkapkan dengan kata-kata betapa hebatnya dia saat ini. Kesiapannya dalam kamp pelatihan kali ini sungguh luar biasa.” Wood juga menambahkan bahwa antusiasme atas performa Dvalishvili sangat terasa di antara para petarung lain. “Orang-orang di sasana membicarakannya di belakang… Mereka berkata: ‘Sialan, dari mana sosok mengerikan ini datangnya? Versi mengerikan ini datang dari mana?'” Lebih lanjut, Wood menjelaskan adanya perubahan signifikan dalam mentalitas Dvalishvili. “Merab kini sangat percaya diri, namun ada yang berbeda. Dia bukan lagi sekadar petarung yang ingin mendominasi atau sekadar membanting lawan; dia benar-benar ingin melukai Anda. Dia akan berusaha keras untuk mengakhiri pertarungan dengan cepat dan menyuguhkan laga yang mengerikan sekaligus menarik,” tegas Wood.
Sepanjang tahun 2025, Merab Dvalishvili telah melakoni dua pertarungan besar yang membuktikan dominasinya. Salah satu kemenangan paling signifikan diraihnya atas anggota klan Nurmagomedov, yakni Umar Nurmagomedov. Sepupu dari Khabib Nurmagomedov itu harus mengakui keunggulan Dvalishvili secara dominan pada awal tahun 2025 lalu. Kekalahan tersebut terasa semakin pahit bagi Umar, mengingat ia belum pernah merasakan kekalahan profesional sebelumnya, menjadikan Dvalishvili petarung pertama yang menumbangkannya.
Ringkasan
Merab Dvalishvili dijadwalkan kembali ke oktagon pada UFC 320 tanggal 5 Oktober mendatang, berhadapan dengan Cory Sandhagen. Petarung asal Georgia ini dalam kondisi puncaknya dan berambisi menyamai rekor 13 kemenangan beruntun Khabib Nurmagomedov, setelah saat ini mencatat 12 kemenangan berturut-turut.
Kesiapan Dvalishvili diakui luar biasa oleh pelatihnya, John Wood, yang menyebutnya “versi mengerikan” dengan mentalitas ingin mengakhiri pertarungan cepat. Sebelumnya, pada awal tahun 2025, “The Machine” telah mengalahkan Umar Nurmagomedov, sepupu Khabib, dan menjadi petarung pertama yang menorehkan kekalahan profesional bagi Umar.
