
Rancak Media – Performa Mohamed Salah menjadi sorotan utama setelah kemenangan tipis Liverpool atas Burnley.
Meski mencetak gol melalui penalti, kontribusi efektifnya sepanjang laga nyaris tidak terlihat. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran terhadap peran pentingnya di lini depan The Reds.
Dilansir dari laman Independent pada Selasa (16/9), Sepanjang pertandingan, Salah gagal memenangkan satu duel dan tidak menciptakan peluang berarti. Ia juga tidak berhasil menuntaskan satu dribel pun sebelum mengeksekusi penalti kemenangan.
Andrew Robertson Punya Tekad Rebut Posisi Bek Kiri di Liverpool, Berharap Main saat Lawan Atletico Madrid
Catatan tersebut menunjukkan penurunan pengaruhnya di lapangan. Pelatih Arne Slot mengakui sempat mempertimbangkan untuk mengganti Salah.
Namun, Slot memutuskan mempertahankannya demi peluang mencetak gol pada menit akhir. Keputusan ini menandakan besarnya status Salah dalam skuad Liverpool.
Di usia 33 tahun, penurunan performa Salah menjadi hal yang wajar. Meski demikian, posisinya di tim masih sangat aman dan jarang tergantikan.
Ketergantungan Liverpool pada sosok Salah menimbulkan dilema taktis bagi pelatih. Liverpool telah memperkuat lini serang dengan merekrut Alexander Isak, Florian Wirtz, dan Hugo Ekitike.
5 Hal Penting Bagi Liverpool Setelah Kemenangan Tipis di Markas Burnley
Kedatangan para penyerang baru ini meningkatkan persaingan posisi di lini depan. Namun, Salah tetap menjadi pilihan utama meski penampilannya menurun.
Slot kini dihadapkan pada tantangan besar untuk menjaga keseimbangan skuad. Ia perlu memutuskan apakah akan terus mengandalkan Salah atau memberi peluang pemain baru.
Keputusan ini dapat memengaruhi peluang Liverpool meraih gelar juara musim ini. Jika performa Salah tidak segera membaik, Liverpool berisiko kehilangan momentum di Liga Primer.
Rotasi pemain bisa menjadi langkah strategis untuk menjaga ketajaman lini depan. Nasib Salah dalam formasi utama akan menjadi kunci kesuksesan The Reds ke depan.
