Situasi Pecco Bagnaia di musim MotoGP 2025 masih diselimuti awan kelabu, terutama setelah hasil mengecewakan di seri San Marino pekan lalu. Pebalap Ducati tersebut terus berjuang menemukan kembali performa terbaiknya di atas motor andalannya, gagal meraih kemenangan dan bahkan tampil kurang memuaskan di kandang sendiri.
Di sirkuit rumahnya, Bagnaia harus menelan pil pahit tanpa meraih poin di sesi sprint race, bahkan mengalami kecelakaan di main race. Akibatnya, posisinya di urutan ketiga klasemen sementara mulai diincar ketat oleh Marco Bezzecchi, menuntut respons cepat dari sang juara dunia bertahan.
Di tengah tekanan yang kian memuncak, secercah harapan muncul bagi Bagnaia. Kehadiran mendadak Casey Stoner, mantan pebalap Ducati sekaligus legenda MotoGP, seolah menjadi uluran tangan bagi murid Valentino Rossi ini. Stoner terlihat aktif di garasi Ducati selama gelaran MotoGP San Marino 2025, memberikan bantuan teknis dan moral yang sangat dibutuhkan.
Bagnaia, yang juga dikenal sebagai FB63, mengaku terkejut sekaligus senang mendapati Stoner tengah ‘mengutak-atik motor’nya saat ia tiba di garasi. “Saat saya datang, saya lihat Casey sedang mengutak-atik motor!” cerita Bagnaia, seperti dilansir Crash. “Luar biasa bisa punya hubungan seperti ini dengan dia. Ini juga sangat membantu saya dan Manu Poggiali,” tambahnya, mengacu pada pelatih pebalap Ducati yang juga mantan juara dunia.
Menurut suami Domizia Castagnini ini, Stoner memiliki pemahaman luar biasa tentang apa yang dirasakannya di atas motor. Mantan juara dunia asal Australia tersebut memberikan masukan berharga melalui analisisnya yang tajam. “Mereka punya naluri yang luar biasa. Mereka sudah tahu apa yang saya rasakan di atas motor,” papar Bagnaia. “Jadi, sangat menyenangkan bisa dapat masukan dari sudut pandang lain. Dan Casey selalu sangat analitis. Sangat penting bagi saya dia ada di sini hari ini,” tegasnya, menyoroti betapa krusialnya sudut pandang seorang legenda.

Kehadiran Stoner menjadi krusial bagi Pecco Bagnaia untuk segera bangkit. Apalagi, jaraknya dengan Marc Marquez di papan atas klasemen semakin lebar, sementara posisi ketiga yang ia tempati kini terancam serius oleh konsistensi Marco Bezzecchi. Dengan selisih hanya 8 poin, Bagnaia dan tim Ducati harus segera menemukan solusi di sisa seri balapan musim ini.
Untuk mengatasi masalah performa, khususnya kendala saat memasuki tikungan, Bagnaia dan Ducati memanfaatkan momen tes resmi MotoGP 2025 di Sirkuit Misano pada Senin (16/9) lalu. Tes ini menjadi kesempatan emas di luar jadwal balapan untuk melakukan serangkaian penyesuaian pada motornya.
Pebalap kelahiran tahun 1997 itu mengungkapkan kepuasannya karena bisa fokus pada paket motor tahun ini. “Saya cukup senang karena kami bisa fokus ke paket motor tahun ini. Jujur, tidak mudah untuk tahu arah mana yang harus diambil, karena tidak seperti dulu, sekarang kami harus cari performa di tempat lain,” kata Bagnaia, seperti dikutip Sky Italia. Ia menambahkan, “Dengan waktu yang ada hari ini, kami coba beberapa solusi berbeda, kami geser-geser distribusi berat motor, dan saya rasa kami menemukan sesuatu.”
Meskipun mengakui bahwa trek Misano sedikit membantunya, Bagnaia merasa tes tersebut sangat produktif terlepas dari insiden terjatuh. “Memang sih, trek ini (Misano) sedikit membantu saya, tapi selain insiden jatuh, ini hari yang sangat bagus,” jelasnya. Ia masih belum yakin apakah semua temuan ini bisa langsung diterapkan di Jepang, namun ada keyakinan kuat bahwa mereka telah bergerak ke arah yang benar. “Kita lihat saja nanti. Saya rasa beberapa solusi pasti akan berhasil, sementara yang lain perlu kami pelajari lebih detail di Jepang. Arah yang kami ambil hari ini adalah sesuatu yang tidak butuh waktu lama untuk menjadi efektif,” pungkasnya, mengisyaratkan optimisme yang hati-hati.
Setelah rangkaian tes MotoGP 2025 Misano, kini Pecco Bagnaia sepenuhnya mengalihkan fokusnya ke MotoGP Jepang 2025, yang dijadwalkan berlangsung pada 26-28 September mendatang, dengan harapan bisa membalikkan keadaan.
