JawaPos.com – Pertandingan antara Persib Bandung menjamu Persebaya Surabaya sebenarnya sudah berakhir. Pangeran Biru berhasil menang tipis 1-0 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Jumat (12/9) sore WIB.
Walau begitu, tetap ada saja unggahan di media sosial, khususnya Instagram yang membuat duel klasik itu masih terasa di hati para pendukung kedua tim besar di Indonesia tersebut.
Unggahan saat kapten Persib, Marc Klok, mengelus kepala wasit Candra saat melakukan tos koin untuk menentukan awalan pertandingan, yakni menentukan mengambil bola atau pilih lapangan, menjadi ramai diperbincangkan.
Di sepak bola Eropa, memegang bagian kepala sepertinya lumrah dilakukan, tapi mungkin tidak di Indonesia. Jika wasit Candra menganggap itu sebagai tindakan kurang menyenangkan, maka Klok bisa saja mendapat sanksi.
Kartu Merah saat Menghadapi Persib Mencoreng Performa Apik Gelandang Andalan Persebaya Francisco Rivera
Berdasarkan Law 12 – Fouls and Misconduct dari IFAB (International Football Association Board), seorang pemain dapat diusir dari lapangan jika melakukan tindakan berikut:
1. Menggunakan bahasa atau tindakan yang bersifat ofensif, menghina, atau kasar
2. Melakukan tindakan kekerasan atau perilaku tidak sportif
Gestur Klok tidak tampak agresif atau mengandung kekerasan. Namun, konteks dan intensi mengelus kepala sangat menentukan.
Jika wasit menilai tindakan tersebut sebagai bentuk intimidasi, pelecehan, atau sindiran terhadap otoritas pertandingan, maka itu bisa dikategorikan sebagai “abusive action” dan layak dikenai sanksi.
Akun Medsos Abal-abal Bikin Kisruh, Bonek Diharapkan Tak Terpancing Dukung Persebaya Surabaya
Netizen pun ramai memberikan komentar. “Kudune bruno melok2 pisan…melok mongor,” kata @pan***
“Jare klok bolo dewe yo sit..” ungkap @uma***
“Nasteung kneh ka persib…nepi ka liang sireum oge di koreh w terus nya…fans na oge weuh mental juara,” lanjut @hen***
“Iku ngunu mark klok wes ngekek i kode,” ujar @egi***
Sementara Klok enggan membahas masalah itu. Pemain kelahiran Belanda ini hanya bertekad mengejar mimpinya tampil di Piala Dunia 2026 bersama Timnas Indonesia.
Klok siap menghadapi tantangan tersebut, dan menyebut pentingnya persiapan untuk pertandingan mendatang, khususnya melawan Arab Saudi dan Irak sebagai langkah krusial menuju Piala Dunia 2026.
“Saya bangga menjadi salah satu dari empat pemain Persib di Timnas Indonesia, memandang hal itu sebagai cara untuk ‘menakuti’ tim-tim lain di liga dan meningkatkan level permainan secara keseluruhan,” ungkap Klok.
“Saya menekankan pada penyediaan pemain terbaik bagi Timnas Indonesia, menggarisbawahi peran penting klub dalam pengembangan sepak bola nasional,” tambah Klok.
Bojan Hodak Umbar Sesumbar, Anggap Persib Bandung Memang Lebih Baik dari Persebaya Surabaya
Klok sebagai jenderal lapangan dan pengatur tempo Persib memang menunjukkan ketenangan dan visi luar biasanya. Kontribusinya sangat vital bagi kesuksesan tim, karena dirinya menjadi jantung di lini tengah.
Setelah kemenangan atas Persebaya, etos kerja Klok yang luar biasa, akurasi umpannya yang memukau, dan kepemimpinannya membuat Klok mendapatkan penghargaan Man of the Match. Dirinya dipuji atas dedikasinya untuk diri sendiri dan bangsa.
“Saya juga berterima kasih kepada para penggemar atas dukungan luar biasa mereka, hampir ‘tidak bisa saya percayai’ semakin memperkuat hubungannya dengan para pendukung,” ujarnya.
