Rizky Ridho Kritik Stadion Rp4,5 Triliun: Kualitasnya Mengecewakan!

 

Kualitas Jakarta International Stadium (JIS) kembali menjadi sorotan, kali ini datang dari pemain Tim Nasional Indonesia yang juga membela Persija Jakarta. Kritik terhadap kondisi lapangan ini mencuat setelah laga Persija Jakarta melawan Bali United pada Minggu, 14 September 2025.

Pertandingan yang berakhir imbang 1-1 itu, meskipun tidak menelan kekalahan, dirasakan cukup menyesakkan, terutama bagi tim tuan rumah. Perasaan tersebut secara khusus diungkapkan oleh Rizky Ridho, yang secara terbuka mengkritik kualitas rumput JIS yang menurutnya buruk, sehingga menyulitkan permainan tim di lapangan.

Ridho mengakui bahwa stadion yang dibangun dengan gelontoran dana APBD DKI sebesar Rp4,5 triliun ini secara keseluruhan sangat megah dan bagus. Namun, kualitas rumputnya justru menjadi bumerang, apalagi mengingat stadion ini sering kali dialihfungsikan sebagai lokasi penyelenggaraan konser musik atau acara non-olahraga lainnya. Oleh karena itu, Ridho memberikan masukan agar pengelola segera melakukan perbaikan rumput setelah digunakan untuk konser.

“Saya sangat senang bisa bermain di stadion yang sangat-sangat bagus ini. Namun, sebagai perwakilan dari teman-teman, saya ingin memberikan masukan agar setelah konser, rumputnya bisa segera diperbaiki,” kata Rizky Ridho dengan harapan adanya peningkatan kualitas lapangan.

Pelatih Persija Puji Lapangan Stadion Manahan, Lebih Bagus dari JIS?

Kondisi rumput JIS saat ini memang disinyalir benar-benar mengganggu sistem permainan yang dibangun Persija Jakarta di bawah asuhan pelatih Mauricio Souza. Tim Macan Kemayoran yang dikenal dengan gaya bermain umpan pendek satu-dua terpaksa terkendala karena kondisi lapangan yang tidak rata.

Rizky Ridho bahkan secara terang-terangan menyebut Persija menjadi enggan memainkan skema umpan satu-dua sentuhan di JIS, sebuah keberanian yang justru mereka tunjukkan saat berlaga di kandang lawan. “Ketika kami bermain tandang di lapangan lain, kami berani melakukan satu atau dua sentuhan. Namun, saat bermain di kandang sendiri, dengan dukungan suporter yang luar biasa, terkadang kami kurang berani melakukannya,” jelas Ridho.

Ia menambahkan, “Bisa dilihat sendiri, kadang-kadang rumput lapangan naik-naik. Mungkin kami harus belajar mengontrol bola di betis. Jadi, ini memang perlu diperbaiki nanti.” Masukan ini menyoroti bagaimana kualitas lapangan dapat memengaruhi strategi dan kepercayaan diri pemain di kandang sendiri.

Permasalahan yang menimpa Stadion JIS sebenarnya bukan hal baru, melainkan isu klasik yang terus mencuat, meskipun stadion ini dibangun dengan dana fantastis untuk ukuran infrastruktur sepak bola di Indonesia.

Bek Timnas Indonesia dan Pelatih Persita Kompak Kritik Kondisi Rumput JIS

Bahkan sejak digunakan untuk ajang Piala Dunia U-17 pada tahun 2023 lalu, sejumlah masalah sudah menjadi sorotan publik, mulai dari atap stadion yang tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya hingga genangan air atau banjir di area sekitar stadion saat hujan deras mengguyur. Hal ini memunculkan pertanyaan mengenai kualitas pembangunan dan pemeliharaan fasilitas stadion.

Seperti diketahui, JIS dibangun dengan menghabiskan anggaran sebesar Rp4,5 triliun yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta, pada era kepemimpinan Anies Baswedan. Kritik serupa juga pernah dilontarkan oleh Anggota DPRD DKI Jakarta, Anggara Wicitra Sastroamidjojo, setelah berbagai masalah JIS terkuak di Piala Dunia U-17.

“Untuk stadion yang menghabiskan biaya Rp4,5 triliun, ternyata JIS tidak secanggih janji-janjinya,” kata Anggara pada 27 November 2023. Ia melanjutkan, “Mulai dari sistem buka tutup atap yang tak berjalan hingga area sekitar stadion yang ternyata banjir begitu hujan turun,” sebuah kritik keras terhadap performa stadion berkelas internasional tersebut.

Tak dapat dimungkiri, Stadion JIS memang menawarkan pesona visual yang indah dan mengagumkan bagi setiap mata yang memandang. Namun, di balik kemegahannya, masalah utama yang kini menghantui adalah kondisi rumput lapangannya. Ini adalah keluhan yang serupa dengan apa yang disampaikan oleh pelatih Persija, Mauricio Souza, dan juga dikeluhkan oleh pelatih Bali United, Johnny Jansen.

“JIS adalah salah satu stadion terindah di dunia, tidak diragukan lagi. Namun, rumputlah yang menghalangi permainan kami,” ungkap Mauricio Souza. Ia menambahkan, “Tim kami adalah tim yang mengandalkan umpan, tim kami memiliki banyak umpan, banyak sirkulasi bola,” menegaskan betapa krusialnya kualitas rumput bagi gaya bermain timnya.

Ringkasan

Pemain Tim Nasional Indonesia dan Persija Jakarta, Rizky Ridho, secara terbuka mengkritik kualitas rumput Jakarta International Stadium (JIS) setelah laga Persija melawan Bali United yang berakhir imbang 1-1. Ia mengakui kemegahan stadion yang dibangun dengan dana Rp4,5 triliun tersebut, namun menyoroti buruknya kualitas rumput, terutama setelah digunakan untuk konser. Ridho berharap pengelola segera melakukan perbaikan rumput setelah stadion dialihfungsikan untuk acara non-olahraga.

Kondisi rumput yang tidak rata ini secara signifikan mengganggu strategi bermain umpan pendek Persija, membuat pemain enggan menerapkan skema tersebut di kandang sendiri. Masalah kualitas JIS, khususnya rumput, adalah isu klasik yang juga dikeluhkan oleh pelatih Persija Mauricio Souza dan pelatih Bali United Johnny Jansen. Isu-isu lain seperti fungsi atap dan genangan air juga pernah mencuat sebelumnya, seperti saat Piala Dunia U-17 2023.

Baca Juga

nafa cahyani

Saya merupakan seorang content writer SEO, Teknologi, Finansial, Wisata, Resep Masakan dan lain-lain, Semoga dapat bermanfaat untuk teman semua.