
Rancak Media Pembalap Ducati, Marc Marquez, memberikan pandangannya mengenai performa rider Italia pada hari pertama MotoGP San Marino 2025.
Hari pertama rangkaian MotoGP San Marino 2025 di Sirkuit Misano, Italia, pada Jumat (13/9/2025) ditutup dengan gemilang oleh Marc Marquez. Pembalap Ducati tersebut tidak hanya menunjukkan dominasinya, tetapi juga mengamankan posisi penting di Kualifikasi 2 (Q2) berkat performa impresifnya, sekaligus mencatatkan diri sebagai yang tercepat.
Dengan mengendarai Ducati Desmosedici GP25, “Si Alien” berhasil mencetak waktu lap terbaik 1 menit 30,480 detik selama sesi Practice yang berlangsung 60 menit. Catatan fantastis ini merupakan peningkatan signifikan dari penampilannya di sesi Latihan Bebas 1 (FP1) pagi harinya, di mana ia sempat berada di urutan kelima dengan torehan waktu 1 menit 31,611 detik, tertinggal 0,269 detik dari Franco Morbidelli dari VR46 Racing Team. Kemampuan Marquez untuk beradaptasi cepat dengan kondisi lintasan Misano yang menantang patut diacungi jempol.
Memasuki hari kedua yang akan diwarnai sesi kualifikasi dan Sprint Race yang krusial, sorotan Marc Marquez tertuju pada deretan rider Italia. Tidak mengherankan, karena Sirkuit Misano adalah balapan kandang bagi banyak talenta Italia, terutama mereka yang merupakan jebolan akademi legendaris Valentino Rossi, VR46 Riders Academy. Nama-nama seperti Franco Morbidelli, Marco Bezzecchi, hingga rekan setim Marquez, Francesco Bagnaia, sangat akrab dengan lintasan sepanjang 4,23 kilometer ini, yang letaknya tak jauh dari kediaman “The Doctor”. Selain itu, Fabio Di Giannantonio, rekan setim Morbidelli, juga menunjukkan performa kompetitif yang menambah kuat panji Italia.
Di mata Marquez, mentalitas para pembalap Italia tersebut benar-benar berbeda. Mereka tampil dengan motivasi ekstra di kandang sendiri, yang terbukti dari waktu lap terbaik yang mereka raih. “Semua pembalap Italia memulai dengan mentalitas yang berbeda, itu efek tampil di negara sendiri,” ungkap Marquez, dilansir dari Motosan. Ia bahkan membandingkannya dengan pengalamannya sendiri saat balapan di GP Catalunya pekan sebelumnya. “Hal itu terjadi pada saya dan Alex di Catalunya, dan Anda tidak tahu alasannya. Karena Anda melaju dengan hasrat yang sama, tetapi Anda memiliki kepercayaan diri yang lebih tinggi. Anda mengambil sedikit lebih banyak risiko,” tambahnya. Fenomena ini, menurut Marquez, terlihat jelas bukan hanya pada Bagnaia yang sebelumnya kesulitan di dua seri terakhir, tetapi juga pada Bezzecchi, Morbidelli, dan Di Giannantonio yang memulai dengan ritme yang sangat berbeda.
Marquez benar-benar mengakui bahwa keempat rider tersebut tampil sangat cepat sejak awal sesi. Khususnya, ia menyoroti Marco Bezzecchi sebagai nama yang patut diwaspadai. “Mereka melaju sangat cepat sejak awal, dan kami berada di posisi yang sama dengan mereka,” kata Marquez. Bezzecchi, yang disebutkan menjadi andalan Aprilia, benar-benar mengancam dominasi Marquez. Ia berhasil mengakhiri sesi kedua dengan menempel ketat Marquez di urutan kedua, hanya terpaut 0,147 detik. “Saya belum memeriksa kecepatan mereka, tetapi saya pikir Bezzecchi, dari catatan waktu dan kecepatan yang saya lihat adalah yang paling mendekati,” pungkas Marquez, mengisyaratkan persaingan sengit yang akan terjadi.
Kondisi ini memastikan bahwa persaingan di MotoGP San Marino 2025 akan semakin panas. Dengan Marc Marquez yang tampil prima dan deretan pembalap Italia yang termotivasi di rumah sendiri, babak kualifikasi dan Sprint Race di hari kedua diprediksi akan menyajikan tontonan balap yang mendebarkan bagi para penggemar. Potensi Bezzecchi menjadi pesaing terdekat Marquez akan menjadi salah satu narasi utama yang patut dinanti.
Live Streaming Red Bull Rookies Cup 2025 – Balapan Final Veda, Cegah Perebutan Juara Selesai Hari Ini
MotoGP San Marino 2025 – Tadinya 22 Menit Sudah Mogok, Yamaha V4 Langsung Dekati Target Ideal Quartararo
MotoGP San Marino 2025 – Raut Wajah Francesco Bagnaia Berubah walau Dikalahkan Marc Marquez Lagi saat Practice
Ringkasan
Marc Marquez tampil dominan pada hari pertama MotoGP San Marino 2025 di Misano, mencatatkan waktu tercepat 1 menit 30,480 detik dan mengamankan tempat di Q2. Ia mengamati bahwa para pembalap Italia, seperti Morbidelli, Bezzecchi, Bagnaia, dan Di Giannantonio, menunjukkan mentalitas berbeda dan performa ekstra di balapan kandang mereka. Hal ini membuat mereka lebih percaya diri dan berani mengambil risiko.
Marquez secara khusus menyoroti Marco Bezzecchi sebagai pesaing terkuat, yang finis di posisi kedua hanya terpaut 0,147 detik darinya. Menurut Marquez, Bezzecchi adalah yang paling mendekati kecepatan dan ritmenya. Persaingan di kualifikasi dan Sprint Race diprediksi akan sangat ketat, terutama antara Marquez dan Bezzecchi.
