Tekad baja dan semangat membara mewarnai persiapan jelang seri terakhir Red Bull Rookies Cup 2025. Perhatian dunia balap, khususnya dari Indonesia dan Malaysia, kini tertuju pada persaingan sengit tiga pembalap muda, termasuk wakil dari Indonesia, Veda Ega Pratama, dan rivalnya dari Malaysia, Hakim Danish, yang sama-sama berjuang memperebutkan gelar juara bergengsi ini.
Gelar juara Red Bull Rookies Cup 2025 bukanlah sekadar trofi biasa; ini adalah kunci emas menuju jenjang karier balap tertinggi. Bersama JuniorGP, ajang one-make series ini menjadi pintu gerbang terakhir dan paling krusial menuju pentas MotoGP, mimpi setiap pembalap muda.
Harapan besar Indonesia kini bertumpu pada pundak Veda Ega Pratama, pembalap muda berbakat yang saat ini menduduki peringkat kedua dalam klasemen sementara. Ia tertinggal 21 poin dari pimpinan klasemen, Brian Uriarte, talenta Spanyol yang mendapat dukungan kuat dari Emilio Alzamora, mantan Juara Dunia GP125 sekaligus manajer legendaris Marc Marquez.
Di sisi lain, Malaysia menggantungkan asa pada Hakim Danish, yang menempati posisi ketiga. Danish terpaut 5 poin dari Veda dan 26 poin dari Uriarte. Malaysia memiliki kerinduan mendalam akan kehadiran pahlawan di panggung MotoGP. Meskipun pernah menorehkan sejarah lebih awal dari Indonesia dengan catatan pole position, podium, dan kemenangan grand prix, Negeri Jiran justru belum memiliki satu pun wakil di seluruh kelas MotoGP saat ini. Nama-nama seperti Hafizh Syahrin telah lama absen dari paddock setelah dua musim bersama Tech3 pada MotoGP 2018-2019, sementara Khairul Idham Pawi memilih pensiun dini meski pernah mencatatkan dua kemenangan di Moto3.
Red Bull Rookies Cup 2025 – Kans Juara Masih Diteror Veda, Bocah Ajaib Spanyol Dapat Kursi Terbaik di Moto3
Masa depan cerah telah menanti Hakim Danish. Melansir dari Bernama, jalur menuju Moto3 telah disiapkan bagi pembalap muda berusia 18 tahun ini, mengingat rekam jejaknya yang gemilang di berbagai kompetisi junior. Pada April lalu, Azhan Shafriman Hanif, CEO Sepang International Circuit (SIC), bahkan telah mengonfirmasi potensi Danish untuk tampil di Moto3 musim depan bersama tim MT Helmets. Prestasinya tidak main-main: ia adalah Juara Asia Talent Cup 2022, mengantongi dua kemenangan di Red Bull Rookies Cup, dan satu podium di JuniorGP. Musim ini, Danish sempat memimpin klasemen Red Bull Rookies Cup berkat performa konsisten dengan lima kali posisi runner-up beruntun, disusul oleh tiga kemenangan di seri-seri awal.
“Insyaallah, tempat bagi Hakim Danish [di Moto3] sudah ada di bawah MT Helmets. Sekarang tergantung dia dan dia perlu tunjukkan bahwa dia benar-benar layak,” ungkap Hanif penuh harap. Diskusi tentang kemungkinan Danish tampil di balapan Moto3 Malaysia sebagai pembalap wild card pada 24-26 Oktober mendatang juga semakin santer terdengar. Dukungan tak hanya datang dari dunia balap, melainkan juga dari pemerintah Malaysia. Menteri Belia dan Sukan, Hanna Yeoh, pada Agustus lalu menyatakan akan mengajukan permohonan dana kepada Kementerian Keuangan guna menopang karier Danish. “Seperti yang Anda semua tahu, olahraga balap motor bukan olahraga yang murah dan investasi ini memerlukan waktu,” jelas Yeoh. “Jadi, doakan agar kita berhasil dalam permohonan untuk mendapatkan lebih banyak dana untuk Hakim Danish.”
Namun, nasib kurang berpihak pada Danish di masa-masa krusial. Setelah tampil dominan dengan selalu finis di posisi satu atau dua dalam enam balapan pertama Red Bull Rookies Cup, performanya justru merosot tajam. Ia tercatat tiga kali gagal menembus 10 besar dalam enam balapan berikutnya, menyebabkan peringkatnya anjlok dari posisi pertama ke posisi ketiga. Meskipun demikian, CEO SIC sempat menyatakan bahwa finis di tiga besar Red Bull Rookies Cup sudah menjadi target yang memuaskan.
Kendati demikian, Danish tak menyerah. Ia bertekad bulat untuk meraih hasil terbaik dalam dua balapan terakhir Red Bull Rookies Cup di seri Misano, yang akan digelar pada Sabtu (13/9/2025) dan Minggu (14/9/2025). “Saya seharusnya lebih bersemangat untuk berlomba di seri terakhir ini,” kata Danish, seperti dikutip dari Berita Harian. “Sekarang saya berada di peringkat ketiga kejuaraan. Jadi saya masih punya peluang untuk mengejar gelar juara dengan jarak 26 poin.” Untuk bisa merebut gelar juara Red Bull Rookies Cup, Danish tidak hanya harus mengungguli Veda, tetapi juga berharap Brian Uriarte mengalami hasil buruk atau gagal finis. Dengan keyakinan penuh, Danish menutup pernyataannya: “Sekarang di pikiran saya hanya ada posisi pertama dan posisi pertama.”
Jadwal Pembalap Indonesia di MotoGP San Marino 2025 – Mario Aji dkk Beraksi di Misano, Veda Mohon Doa di Finale Rookies Cup
Ringkasan
Red Bull Rookies Cup 2025 memasuki seri terakhir dengan persaingan ketat antara Veda Ega Pratama (Indonesia), Hakim Danish (Malaysia), dan pimpinan klasemen Brian Uriarte (Spanyol). Ajang ini adalah gerbang krusial menuju MotoGP. Veda menduduki peringkat kedua, tertinggal 21 poin dari Uriarte, sedangkan Danish berada di posisi ketiga, terpaut 5 poin dari Veda.
Hakim Danish telah dipastikan mendapat tempat di Moto3 musim depan bersama tim MT Helmets, didukung penuh oleh pemerintah Malaysia. Meskipun performanya sempat menurun, ia bertekad meraih hasil terbaik di dua balapan terakhir di Misano untuk mengejar gelar juara, dengan harapan Brian Uriarte mengalami hasil buruk.
