
Rancak Media Timnas Indonesia era Patrick Kluivert masih sangat tergantung pada Ole Romeny dalam mencetak gol, dibuktikan dengan 6 pertandingan yang sudah dijalani.
Hasil imbang 0-0 lawan Taiwan membuka mata publik mengenai masalah timnas Indonesia dan Patrick Kluivert yang terlalu bergantung pada sosok Ole Romeny dalam mencetak gol.
Sejauh ini sudah 6 pertandingan Patrick Kluivert menukangi timnas Indonesia, cuma saat lawan Taiwan dirinya memiiki pencetak gol berbeda selain Ole Romeny.
Secara ranking FIFA Taiwan jauh di bawah Indonesia sehingga catatan gol melawan mereka juga terasa tak spesial, terlebih dalam upaya persiapan kita dalam menatap Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Sisanya dalam 5 laga bersama Kluivert, timnas Indonesia hanya memiliki pencetak gol tunggal atas nama Ole Romeny.
Mulai dari Persebaya, Dirtek PSSI Alexander Zwiers Bakal Blusukan ke Seluruh Klub Super League dan Championship
Ole Romeny mencetak 3 gol untuk timnas Indonesia saat lawan Australia, China dan Bahrain.
Hanya saat lawan Jepang, Romeny tak membikin gol di mana saat itu pasukan Garuda juga dihajar 0-6.
Kenyataan ini menimbulkan kekhawatiran jelang timnas Indonesia menatap Kualifikasi Piala Dunia 2026 putaran keempat karena Ole Romeny belum juga sembuh dari cedera yang ia derita sejak Piala Presiden 2025.
Ketum PSSI, Erick Thohir sendiri sempat menyatakan Ole Romeny ingin tampil di putaran keempat nanti.
“Kalau untuk Ole, saya tidak bisa berkomentar lebih dulu sebelum ada clearance dari tim dokter,” ujar Erick Thohir pada Senin (8/9/2025).
“Takutnya terlalu cepat saya jadi nanti… Tapi Ole sudah berkirim pesan ke coach Patrick bahwa dia ingin bermain.”
“Tapi kan dia masih membutuhkan penyembuhan,” tambahnya.
Awal Musim Tak Mulus, Berguinho Yakin Momentum Kebangkitan Persib Dimulai Lawan Persebaya
Patrick Kluivert sendiri tetap memberi pembelaan mengenai kurang klinisnya lini depan timnas Indonesia saat melawan Lebanon.
“Apakah menurutmu para pemain tidak mencetak gol dengan sengaja? Benarkah begitu? Pertanyaan saya untukmu,” jawab Patrick Kluivert.
“Saya rasa tidak begitu. Jadi terkadang bola masuk, terkadang bola keluar. Kami berusaha sebaik mungkin untuk mencetak gol, tentu saja karena itulah filosofi yang saya inginkan.”
“Saya ingin menciptakan banyak peluang. Tapi jika lawan bertahan di garis pertahanan sendiri semakin sulit untuk mencetak gol.”
“Tetapi kami tetap menekan dan bermain bagus, bermain dominan, jika bola tidak mau masuk atau tidak masuk, tentu saja kami akan berusaha sebaik mungkin. Kami juga manusia,” tambahnya.
Melihat catatan gol timnas Indonesia, alarm buat Garuda sudah berbunyi dalam waktu singkat (hanya satu bulan) menatap Kualifikasi Piala Dunia 2026 pada Oktober mendatang.
Timnas Indonesia akan melawan Arab Saudi dan Irak untuk menentukan mimpi mereka ke putaran final Piala Dunia 2026.
Stadion Gelora Delta Sidoarjo Sepi Suporter saat Timnas U-23 Indonesia Jalani Laga Hidup-Mati Lawan Korea Selatan
Pasukan Garuda belum bisa lepas dari fakta terlalu bergantung pada Ole Romeny dalam urusan mencetak gol.
Kluivert pun belum mampu mengasah sumber gol selain Ole Romeny, padahal di era Shin Tae-yong pemain lain seperti Ragnar Oratmangoen, Marselino Ferdinan, Thom Haye dan Sandy Walsh bisa mencetak gol di Kualifikasi Piala Dunia 2026 putaran ketiga.
