
Rancak Media Lebih dari satu dekade bersama UFC, jagoan asal Amerika Serikat, Brad Tavares menguak era paling mengerikan dalam sejarah divisinya Khamzat Chimaev, kelas menengah.
Saat ini, kelas dengan batas berat badan 185 pound atau sekitar 84 kilogram itu dikuasai oleh Chimaev.
Sebagai juara baru, Si Serigala tak jarang dinilai sebagai petarung yang luar biasa dan sulit ditaklukkan.
Namun, Tavares merasa pernah menjalani era yang lebih mengerikan lagi.
Seperti yang diketahui, jagoan asal Negeri Paman Sam ini sudah bersama UFC sejak 2011.
Menurutnya, era paling mengerikan itu dia rasakan saat pertama kali menginjakkan kaki di ajang pimpinan Dana White.
Tavares harus mengejar sosok Anderson Silva yang menjadi penguasa pada era tersebut.
Di mata Tavares, Silva adalah salah satu petarung MMA terbaik yang pernah ada.
Bukan hanya kelas menengah saja, kehebatan The Spider bahkan tersohor hingga ke ranah lintas divisi alias pound for pound.
Pengakuan Heboh Alex Pereira soal Skandal Twitter Diretas Tidak Benar? Akui Kesal dan Kurang Komunikasi dengan UFC
“Sulit untuk mengatakannya, karena para petarung sudah berevolusi,” ucapnya, dilansir Juara.net dari MMAJunkie.com.
“Di satu sisi, saya juga terus berevolusi bersama dengan mereka.”
“Saat saya pertama kali gabung UFC, pemegang gelar juaranya saat itu adalah Anderson Silva.”
“Saat melihat ke arah dia, Anda pasti berkata: ‘Oh, sobat’.”
“Kita semua menyadari bahwa Anderson Silva adalah salah satu petarung MMA terbaik sepanjang masa, petarung terbaik pound-for-pound.”
“Jadi, saya melihatnya seperti sosok yang sangat jauh dari saya.”
“Dan itu ibarat gunung yang harus saya daki dengan selamat…”
“Oleh karenanya, saya pikir saat itulah era terberat di kelas menengah.”
Suara Aneh sampai Terdengar, Raja UFC Kenang Efek Tendangan Islam Makhachev
“Di sanalah saya hidup, tumbuh, dan keberadaannya (Silva) yang sangat dominan,” tambah Tavares.
Terlepas dari hal itu, Tavares kebagian jadwal tarung pada UFC Paris, akhir pekan nanti (6/9/2025).
Rencananya, dia akan menghadapi jagoan asal Polandia, Robert Bryczek.
Catatan bertarung Tavares sempat memburuk pada tahun 2024 kemarin.
Namun, kemenangan atas Gerald Meerschaert, bulan April lalu kembali membuka jalannya untuk terus bertarung.
Sebagai tambahan informasi, Tavares kini sudah berusia 37 tahun.
