
bali.jpnn.com, DENPASAR – Bursa transfer Super League 2025-2026 resmi ditutup, Minggu (31/8) lalu.
18 tim telah mendatangkan sejumlah pemain untuk bersaing di kompetisi musim ini.
Berdasar regulasi terbaru yang dirilis ILeague (branding anyar PT Liga Indonesia Baru), setiap klub diperbolehkan merekrut 11 pemain asing.
Namun, dari 11 pemain asing itu, hanya delapan pemain yang masuk ke dalam daftar susunan pemain dan yang bermain dalam satu pertandingan.
Berdasar yang diterima redaksi bali.JPNN.com, dari 18 klub, hanya tiga tim yang merekrut 11 pemain asing sesuai kuota, yakni Persib, Persija dan Arema FC.
Delapan klub merekrut 10 pemain asing, yakni PSM Makassar, Persebaya, PSIM Yogyakarta, Borneo FC, Persik, Persita, Persis dan Madura United.
Enam klub merekrut sembilan pemain asing, yakni Dewa United, Malut United, Bhayangkara FC, Persijap Jepara, Semen Padang dan PSBS Biak.
Bali United menjadi satu-satunya klub Super League 2025-2026 yang paling hemat, hanya memakai delapan pemain asing.
Delapan pemain asing itu, yakni Mike Houptmeijer, Joao Ferrari, Tim Receveur, Brandon Wilson, Mirza Mustafic, Thijmen Goppel, Boris Kopitovic dan Jordy Bruijn.
Total jumlah pemain yang berlaga di Super League 2025-2025 mencapai 582 orang, 175 di antaranya pemain asing.
Penambahan jumlah pemain ini membuat market value Super League 2025-2026 melonjak menjadi Rp 1.360,11 miliar alias Rp 1,35 triliun.
Berikut market value 18 klub Super League musim 2025-2026 versi Transfermarkt:
1. Persib Bandung: Memiliki 32 pemain, 11 di antaranya pemain asing dengan market value mencapai Rp 128.36 miliar.
2. Persija Jakarta: Memiliki 32 pemain asing, 11 di antaranya pemain asing dengan harga pasar Rp 106,90 miliar.
3. Dewa United: Memiliki 30 pemain, sembilan di antaranya pemain asing dengan harga pasar mencapai Rp 104,90 miliar.
4. PSM Makassar: Memiliki 37 pemain, 10 di antaranya pemain asing dengan market value mencapai Rp 89,52 miliar.
5. PSIM Yogyakarta: Memiliki 29 pemain, 10 di antaranya pemain dengan harga pasar Rp 85,34 miliar.
6. Persebaya Surabaya: Memiliki 29 pemain, 10 di antaranya pemain asing dengan market value Rp 82.56 miliar.
7. Malut United: Memiliki 36 pemain, sembilan di antaranya pemain asing dengan harga pasar Rp 79,52 miliar.
8. Borneo FC: Memiliki 34 pemain, 10 di antaranya pemain asing dengan harga pasar Rp 78,83 miliar.
9. Bhayangkara Presisi Lampung FC: Memiliki 35 pemain, sembilan di antaranya pemain asing dengan harga pasar Rp 76.65 miliar.
10. Bali United: Memiliki 29 pemain, delapan di antaranya pemain asing dengan market value Rp 75.09 miliar.
11. Persik Kediri: Memiliki 34 pemain, 10 di antaranya pemain asing dengan market value Rp 72.74 miliar.
12. Persita Tangerang: Memiliki 32 pemain, 10 di antaranya pemain asing dengan harga pasar Rp 69.53 miliar.
13. Persis Solo: Memiliki 32 pemain, 10 di antaranya pemain asing dengan market value Rp 67,96 miliar.
14. Persijap Jepara: Memiliki 30 pemain, sembilan di antaranya pemain asing dengan harga pasar Rp 54,32 miliar.
15. Arema FC: Memiliki 34 pemain, 11 di antaranya pemain asing dengan harga pasar Rp 52.06 miliar.
16. Madura United: Memiliki 33 pemain, 10 di antaranya pemain asing dengan harga pasar Rp 50,06 miliar.
17. Semen Padang: Memiliki 30 pemain, sembilan di antaranya pemain asing dengan harga pasar Rp49,71 miliar.
18. PSBS Biak: Memiliki 34 pemain, sembilan di antaranya pemain asing dengan market value Rp 36,07 miliar.
Melihat belanja ugal-ugalan Persib Bandung, Persija dan Dewa United, siapa yang bisa menghentikan mereka merebut juara Super League 2025-2026? (lia/JPNN)
