
Rancak Media – Manchester United kembali diterpa krisis setelah tersingkir secara mengejutkan dari Piala Liga oleh Grimsby Town, klub divisi empat Liga Inggris.
Dilansir dari laman Bein Sports pada Jumat (29/8), hasil tersebut datang hanya beberapa hari setelah United meraih satu poin dari dua laga awal Liga Primer, sehingga menambah tekanan besar terhadap pelatih Ruben Amorim.
Amorim menyatakan kesiapannya untuk mundur jika dianggap bukan sosok yang tepat guna melatih tim The Red Devils tersebut.
“Jika dewan direksi dan para penggemar yakin saya bukan orang yang tepat, saya akan pergi tanpa ragu,” ujar Ruben Amorim seperti dikutip pada Bein Sports.
Selamat dari Ancaman Pemecatan! Ruben Amorim Akui Sangat Emosional Usai Manchester United Taklukkan Burnley
Amorim menilai kekalahan dari Grimsby bukan sekadar kecelakaan, melainkan gejala dari masalah yang lebih serius. Ia menuding sebagian pemain tidak lagi mendukung idenya.
“Para pemain telah berbicara dengan sangat lantang tentang apa yang mereka inginkan hari ini,” tambah Amorim.
Rumor mengenai ruang ganti yang terpecah sebenarnya telah beredar selama beberapa bulan terakhir.
Kekalahan di Piala Liga memperkuat narasi bahwa sebagian pemain tidak menjalankan instruksi Amorim. Kondisi ini menimbulkan tanda tanya besar mengenai masa depannya di Old Trafford.
Berkat Gol Bunuh Diri dan Penalti Bruno Fernandes, Ruben Amorim Bawa Manchester United Raih Kemenangan Pertama di Musim Ini!
Selain masalah internal, kebijakan transfer Manchester United juga menuai kritik. Klub menghabiskan sekitar EUR 260 juta atau Rp 5 triliun untuk memperkuat lini serang dengan merekrut Sesko, Cunha, dan Mbeumo.
Namun, kelemahan mendasar di lini tengah, pertahanan tanpa Lisandro Martínez, dan performa buruk kiper André Onana justru terabaikan.
Amorim, yang datang ke United dengan ambisi besar, kini berada dalam situasi terisolasi. Minim dukungan pemain, tekanan publik, dan hasil yang buruk membuat posisinya kian rapuh. (*)
