
Rancak Media Tunggal putri, Putri Kusuma Wardani, berhasil melaju ke semifinal Kejuaraan Dunia 2025 sekaligus medali pertama bagi Indonesia setelah kemenangan impresif.
Asa tunggal putri Indonesia masih bertahan setelah Putri Kusuma Wardani menang atas Pusarla Venkata Sindhu pada perempat final Kejuaraan Dunia 2025.
Putri bermain taktis dan tenang sejak awal saat menantang Juara Dunia 2019 dalam pertandingan di Adidas Arena, Paris, Prancis, Jumat (29/8/2025).
Kalah dan menang angin sempat jadi ujian tatkala perpindahan lapangan, tetapi Putri berhasil mengontrol kendali laga hingga akhirnya menang dalam tiga gim.
Hasil Kejuaraan Dunia 2025 – Gemuruh Tuan Rumah setelah 16 Tahun, Juara Indonesia Open Gagalkan China Lengkapi Warna Medali
Laga ketat mengawali gim pertama. Kedua pemain berbagi angka hingga 3-3. Beberapa kesalahan sendiri masih dilakukan Putri terutama dari area netting.
Perlahan pemain besutan PB Exist mulai menemukan ritme permainan. Dia menyetir kendali laga dan berhasil memegang keunggulan sampai interval 11-7.
Setelah interval, Putri lebh banyak menerapkan servis-servis pendek dari forehand.
Serangan smes yang tidak terlalu kencang tetapi akurat ke arah samping kanan dan kiri Pusarla berhasil membuatnya bertambah unggul.
Putri benar-benar menjadi pihak yang mendikte laga. Dia bermain tenang tapi agresif hingga berhasil memimpin sangat jauh 17-9.
Sementara itu, lob silang dari Pusarla yang coba diarahkan untuk menjauhkan jangkauan Putri justru eror.
Putri beberapa kali melakukan eror di sisi forehand Pusarla. yang membuat jarak skor dia sedikit terpangkas 19-13. Satu lob melebar juga menambah rugi.
Rentetan poin Pusarla akhirnya terputus karena eror sendiri. Putri memegang kesempatan game point yang berhasil langsung dieksekusi untuk menang 21-14 pada gim pertama.
Pada gim kedua, Pusarla membatasi bola-bola atas Putri. Dia lebih berani melakukan serangan di area depan. Putri ditinggal jauh dengan cepat 10-3.
Putri merespons dengan mempercepat tempo, dia sempat mendekat 6-10 tetapi masih belum lepas dari tekanan pemain spesialis turnamen mayor itu.
Putri kembali tertinggal jauh 6-14. Gim kedua benar-benar jadi milik Pusarla. Wakil Indonesia kalah dengan angka 13-21.
Memasuki gim ketiga, langsung dibuka dengan reli 30 pukulan yang berhasil dimenangi Putri karena drive deception yang mengecoh Pusarla. Putri unggul 3-0.
Sempat dikejar dan berbalik tertinggal, Putri terus melawan hingga kembali menyeimbangkan kedudukan 7-7.
Pusarla dinyatakan fault saat menyambar netting Putri yang dianggap wasit belum menyeberang sempurna, Putri unggul 10-9. Dropshot halus dia menambah keunggulan menjadi 11-9.
Setelah interval, Putri lebih sabar. Dia tak selalu meladeni netting tipis Pusarla. Sesekali punch clear ke sudut lapangan menjadi variasi yang mengecoh. Putri unggul 15-11.
Putri sempat melakukan dua kesalahan di area netting hingga margin skir menipis 16-15.
Kesalahan sendiri dari Pusarla mulai sering terjadi di poin krusial. Putri memanfaatkannya dengan maksimal, tak mau terburu-buru dan tetap dalam ritmenya sendiri.
Putri akhirnya memastikan kemenangan dengan skor akhir 21-14, 13-21, 21-16.
Putri menangis haru setelah memastikan dirinya lolos ke semifinal dan menjamin raihan medali untuk Indonesia.
Pencapaian Putri KW mengulang prestasi Lindaweni Fanetri yang 10 tahun lalu sebagai tunggal putri Indonesia terakhir yang tercatat mampu merebut medali Kejuaraan Dunia.
Saat itu Lindaweni meraih perunggu. Putri berpeluang untuk meningkatkan warna medali saat tampil pada semifinal esok.
Kejuaraan Dunia 2025 – Lawan Putri KW, Pusarla Ungkap Pesan Singkat tapi Bermakna Coach Irwansyah
