Setelah Dipecat Man United, Ole Gunnar Solskjaer Di-PHK Lagi oleh Besiktas

 

Rancak Media Hanya sejam setelah Besiktas gagal lolos ke babak utama UEFA Conference League 2025-2026, klub Liga Turkiye itu memecat pelatihnya, Ole Gunnar Solskjaer.

Ini adalah pemecatan beruntun yang dialami Solskjaer pada perjalanan kariernya sebagai pelatih dalam 4 tahun terakhir.

Pada pertengahan musim 2021-2022, eks striker asal Norwegia juga di-PHK oleh Man United untuk kemudian digantikan Erik ten Hag.

Cerita pemecatan Solskjaer oleh Besiktas mirip dengan kiprahnya bersama Manchester United.

Pada Desember 2018, pria berusia 52 tahun ini ditunjuk menggantikan Jose Mourinho.

Awalnya Solskjaer hanya berstatus caretaker tetapi penampilan Man United menjadi bagus di tangannya.

Setan Merah sempat tak terkalahkan dan menang 10 kali dalam 12 laga beruntun di Liga Inggris pada selang 22 Desember 2018 hingga 2 Maret 2019.

Solskjaer sampai terpilih sebagai Pelatih Terbaik Premier League untuk Januari 2019.

Dia kemudian diangkat sebagai pelatih permanen pada Maret 2019 dengan kontrak selama 3 tahun.

Debut Solskjaer sebagai Pelatih Besiktas Bikin Fan Man United Kangen, Ole Ball is Back!

Namun setelah menjadi “karyawan tetap”, kesaktian Solskjaer pelan-pelan luntur pada musim-musim berikutnya.

Ketika dia di-PHK pada 21 November 2021, Man United berada di posisi ke-7 klasemen Premier League dengan hanya meraih 17 poin dalam 12 pertandingan.

Setelah diberhentikan sebagai pelatih Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer sempat lama menganggur.

Dia baru bekerja lagi setelah Besiktas merekrutnya pada 18 Januari lalu sebagai pengganti Giovanni van Bronckhorst.

Seperti waktu di Man United, awalan Solskjaer di Besiktas sangat bagus.

Dalam 9 pertandingan pertama di semua kompetisi, pahlawan Man United di final Liga Champions 1998-1999 itu hanya kalah sekali.

Akan tetapi, setelah 7 bulan, akhirnya Solskjaer dipecat juga oleh Besiktas.

Penyebabnya adalah ambrolnya performa Besiktas di kompetisi antarklub Eropa musim ini.

Sebagai tim peringkat 4 Liga Turkiye musim lalu, klub berjulukan Kara Kartallar alias Elang Hitam ini lolos ke babak kualifikasi kedua Liga Europa.

Tammy Abraham dkk. langsung kalah di babak itu setelah 2 kali dipukul jagoan Ukraina, Shakhtar Donetsk, dengan skor 2-4 di Istanbul dan 0-2 di Krakow.

Gagal melangkah jauh di Liga Europa, Besiktas masih mendapatkan kesempatan lain.

Mereka pindah ke UEFA Conference League dengan mulai tampil di babak kualifikasi ketiga.

Di babak ini Besiktas sukses dengan mengalahkan klub Irlandia, St Patrick’s Athletic, 4-1 dan 3-2 untuk lolos ke babak play-off.

Pada leg pertama babak play-off, Besiktas sudah mendapatkan modal yang bagus dengan menahan tuan rumah Lausaane 1-1.

Namun di leg kedua, Kamis (28/8/2025), Besiktas malah kalah 0-1 di kandang sendiri dari klub Swiss itu sehingga tersingkir dengan agregat 1-2.

Alhasil, Besiktas pun tidak akan bermain lagi di kompetisi antarklub Eropa 2025-2026.

Segera setelah Solskjaer menjalani jumpa pers usai pertandingan, palu pemecatan dari Besiktas datang.

“Kontrak kami dengan pelatih Ole Gunnar Solskjaer telah diputus menyusul pertemuan yang dilakukan dewan direksi klub,” demikian isi pernyataan resmi Besiktas.

“Setelah pertemuan itu, presiden kami, Serdal Adali, berterima kasih pada kerja yang telah dilakukan Solskjaer.”

Kariernya di Besiktas disudahi Solskjaer dengan persentase kemenangan 51,72 persen.

Angka itu mirip-mirip dengan catatannya di Man United yang mencapai 54,17%.

Baca Juga

nafa cahyani

Saya merupakan seorang content writer SEO, Teknologi, Finansial, Wisata, Resep Masakan dan lain-lain, Semoga dapat bermanfaat untuk teman semua.