Tim Asia di Liga Champions Eropa? Ini Alasannya!

 

Liga Champions Eropa musim 2025-2026 dipastikan akan menyertakan sebuah tim yang secara geografis berlokasi di benua Asia. Kejadian unik ini mencuat setelah hasil dramatis dari fase play-off kompetisi paling bergengsi di Eropa tersebut.

Baru-baru ini, sebuah laga krusial dalam partai play-off Liga Champions Eropa, tepatnya pada leg kedua, telah menyajikan tontonan yang mendebarkan. Pertandingan tersebut mempertemukan dua klub dengan latar belakang yang kontras: FC Kairat Almaty dari Kazakhstan dan raksasa Skotlandia, Celtic FC.

Sebelumnya, Celtic FC, yang dikenal dengan julukan The Bhoys and The Hoops, secara luas sangat diunggulkan untuk memenangkan laga ini. Reputasi mereka sebagai tim kuat yang telah mendunia, tidak hanya di Skotlandia, menjadi alasan utama harapan tersebut. Namun, hasil yang tak terduga justru menimpa perwakilan Britania Raya tersebut.

Pada leg pertama yang digelar pada 21 Agustus lalu, tim asuhan Brendan Rodgers ini hanya mampu bermain imbang tanpa gol (0-0) melawan FC Kairat Almaty. Kejadian serupa terulang kembali pada pertemuan kedua yang berlangsung pada Rabu (27/8/2025) dini hari WIB, di mana skor kacamata kembali bertahan hingga akhir waktu normal.

Karena agregat imbang, laga sengit itu akhirnya harus dituntaskan melalui drama adu penalti yang penuh ketegangan. Tiga pemain kunci Celtic FC—Daizen Maeda, Luke McCowan, dan Adam Idah—gagal menuntaskan tugas mereka dari titik putih. Sementara itu, FC Kairat Almaty hanya memiliki satu eksekutor yang gagal, yakni Valery Gromyko. Dengan demikian, skor akhir adu penalti adalah 2-3, mengantar FC Kairat Almaty meraih kemenangan dan melaju ke putaran final Liga Champions Eropa musim ini.

Keberhasilan luar biasa tim berjuluk Halyq Komandasy ini sontak menjadi perbincangan hangat di berbagai platform media sosial. Pasalnya, tim asuhan Rafael Urazbakhtin tersebut resmi menjadi representasi “tim Asia” yang tampil di panggung tertinggi sepak bola Eropa.

Memang benar, Kazakhstan adalah sebuah negara yang secara geografis mayoritas wilayahnya terletak di Asia Tengah. Namun, ada sejarah menarik yang melatarbelakangi partisipasi mereka dalam kompetisi Eropa. Federasi Sepak Bola Kazakhstan (KFF) didirikan pada tahun 1992 dan sempat menjadi anggota Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) pada tahun 1993. Namun, pada tahun 2000, KFF membuat keputusan signifikan dengan memilih untuk pindah konfederasi dan bergabung dengan UEFA.

Keanggotaan penuh Kazakhstan dalam UEFA baru didapatkan pada 25 April 2002, setelah Kongres UEFA dilangsungkan di Stockholm, Swedia. Keputusan ini secara resmi membuka jalan bagi klub-klub dari negara yang sering disebut “Tanah Perawan” tersebut untuk berlaga di berbagai kompetisi di bawah naungan Eropa.

Secara geografis, meskipun sebagian besar wilayah Kazakhstan berada di Benua Kuning, negara ini memang memiliki sebagian kecil daratan yang masuk dalam kawasan Eropa, khususnya dua kota seperti Oral dan Atyrau. Namun, karena mayoritas wilayahnya berada di Asia, Kazakhstan masih kerap dianggap sebagai negara yang berasal dari benua Asia, menambah dimensi unik pada partisipasi mereka di Liga Champions Eropa.

Ringkasan

Liga Champions Eropa musim 2025-2026 dipastikan akan menghadirkan tim dari benua Asia secara geografis, yakni FC Kairat Almaty dari Kazakhstan. Tim ini berhasil lolos secara dramatis setelah mengalahkan raksasa Skotlandia, Celtic FC, melalui adu penalti (3-2) di fase play-off. Kedua leg pertandingan berakhir dengan skor imbang 0-0, memaksa pertandingan ditentukan lewat drama titik putih.

Kehadiran FC Kairat Almaty menjadi unik karena meskipun Kazakhstan secara geografis mayoritas wilayahnya berada di Asia Tengah, federasi sepak bolanya (KFF) telah pindah dari AFC ke UEFA pada tahun 2000 dan menjadi anggota penuh UEFA sejak 2002. Keputusan ini secara resmi membuka jalan bagi klub-klub Kazakhstan untuk berkompetisi di Eropa. Meskipun sebagian kecil daratannya masuk wilayah Eropa, Kazakhstan masih sering dianggap sebagai negara Asia, menjadikannya perwakilan “tim Asia” di kompetisi tertinggi Eropa.

Baca Juga

nafa cahyani

Saya merupakan seorang content writer SEO, Teknologi, Finansial, Wisata, Resep Masakan dan lain-lain, Semoga dapat bermanfaat untuk teman semua.