
Rancak Media Kebuntuan pembalap Ducati Lenovo, Francesco Bagnaia, makin pelik setelah dirinya gagal menembus kualifikasi 2 MotoGP Hungaria 2025.
Setelah menghadapi akhir pekan dengan sisa kontroversi karena komentar “habis kesabaran”, Francesco Bagnaia belum dapat menunjukkan peningkatan yang diharapkan.
Setelah selalu gagal menembus 10 besar dalam sesi-sesi latihan bebas MotoGP Hungaria, Juara Dunia tiga kali makin merana setelah gagal lolos dari kualifikasi 1.
Bagnaia hanya menempati posisi kelima dalam sesi kualifikasi 1 yang digelar di Sirkuit Balaton Park, Balatonfokajar, Hongaria, Sabtu (23/8/2025).
Penampilannya juga kurang meyakinkan. Pada run pertama, Bagnaia bahkan gagal mencetak waktu lap kompetitif.
Kembali untuk ban belakang lunak yang segar, Bagnaia menggebrak dengan 1 menit 37,096 detik pada lap cepat pertamanya untuk naik ke posisi dua.
Hanya saja, Bagnaia tidak meningkatkannya lagi hingga diungguli empat pembalap lainnya. Cuma 1 putaran itu yang masuk kategori kompetitif dari seluruh catatannya.
Nuvola Rossa kalah 0,049 detik dari Fabio Di Giannantonio (Pertamina Enduro VR46) yang meraih posisi terakhir untuk lolos ke kualifikasi 2.
Hasil Kualifikasi MotoGP Hungaria 2025 – Marquez Tercepat saat Bos Ducati Terdiam Lihat Bagnaia Frustrasi Sendirian
Reaksi suram terlihat dari garasi tim Ducati Lenovo setelah andalan mereka itu untuk pertama kalinya gagal lolos ke kualifikasi 2 musim ini.
Gagal lolos kualifikasi 2 yang menentukan 12 posisi start terdepan tentu menjadi dosa besar bagi tim terkuat di kejuaraan saat ini.
Apalagi Bagnaia mendapat keuntungan untuk menjajal trek anyar Balaton Park dalam latihan privat yang digelar Ducati untuk para pembalapnya di MotoGP pada awal bulan ini.
Bagnaia juga menjadi yang terburuk di antara enam penunggang Desmosedici dan satu-satunya yang gagal lolos ke Q2.
“Sudah jelas kami tidak senang dengan hasil ini, ini pertama kalinya untuk Pecco (gagal lolos ke Q2),” ucap manajer tim Ducati Lenovo, Davide Tardozzi, kepada TNT Sports.
“Hasil ini akan menjadi pertimbangan untuk besok (balapan).”
“Balapannya akan benar-benar sulit, secara psikologi, dan juga karena sulit untuk menyalip di trek ini. Jadi start dari posisi ke-15 akan menjadi tugas yang benar-benar sulit.”
“Akan tetapi, pada akhirnya kami tidak pernah menyerah. Terkadang kita harus terjatuh untuk bangkit lagi.”
“Kami percaya dengan Pecco dan kami harus melakukan sesuatu yang memungkinkannya untuk tampil lebih baik sejak balapan berikutnya.
Sirkuit Balaton Park memiliki trek yang sempit, tanpa lintasan lurus yang panjang, dan memuat banyak tikungan sehingga minim kesempatan untuk menyalip lawan.
Pun dalam pengereman yang dulu menjadi senjata, Bagnaia masih frustrasi dengan kelemahan yang kini dimilikinya di aspek ini.
Gagal bersaingnya Bagnaia hingga lima bulan berlalu sejak seri pertama musim ini membuat publik menilai bahwa masalahnya lebih dari sekadar tidak cocok dengan kuda besi.
Apalagi di kualifikasi MotoGP Hungaria ini, dua penunggang motor Ducati Desmosedici GP25 lainnya mampu berada di baris start terdepan.
Mereka adalah rekan setim, Marc Marquez, yang menjadi pole sitter dan Di Giannantonio yang akhirnya meraih posisi ketiga.
Tardozzi enggan mengomentari lebih jauh masalah psikologis ini.
“(Psikologi) adalah sesuatu yang tidak kami lihat sebagai masalah, tetapi sekarang kami harus menemukan solusi teknis untuk membantunya,” tukas eks pembalap Superbike ini.
“Kita lihat nanti. Kami akan mengambil banyak hal dari sesi ini dan kita lihat apa yang bisa kami lakukan untuk balapan hari ini dari segi teknis.
“Pada akhirnya kami tidak pernah menyerah.”
Starting Grid MotoGP Hungaria 2025 – Marc Marquez Tak Terbendung, Francesco Bagnaia Raih Hasil Terburuk Diasapi Lingkaran Rossi
