Rancak Media – Karier cemerlang salah satu bintang atletik dunia, Maryna Bekh-Romanchuk, harus menghadapi babak akhir usai dijatuhi hukuman larangan bertanding selama empat tahun. Keputusan ini diambil menyusul hasil positif dalam kasus doping testosteron yang menyeret namanya.
Meskipun demikian, atlet lompat jauh berprestasi asal Ukraina ini tampaknya telah merancang langkah baru yang menjanjikan di luar lintasan atletik, dengan serius merambah dunia modeling dan pengaruh digital.
Seperti dilansir dari Daily Mail pada 20 Agustus, Maryna Bekh-Romanchuk, yang telah tiga kali merasakan atmosfer Olimpiade, secara resmi dilarang berkompetisi selama empat tahun. Hukuman ini merupakan imbas dari tes doping yang dilakukan pada 7 Desember 2023, yang menunjukkan hasil positif untuk metabolit testosteron dalam tubuhnya.
Keputusan berat ini dijatuhkan oleh Athletics Integrity Unit (AIU), badan integritas independen dalam atletik dunia. AIU menyatakan bahwa sang atlet gagal memberikan bukti medis yang meyakinkan terkait klaimnya bahwa kadar testosteron tinggi tersebut disebabkan oleh pengobatan yang sah.
AIU sebenarnya telah menawarkan kesempatan kepada Bekh-Romanchuk hingga 10 Agustus 2024 untuk mengakui pelanggaran tersebut, sebuah langkah yang sejatinya dapat memberinya pengurangan masa hukuman selama satu tahun. Namun, atlet tersebut dengan tegas menolak tawaran itu, bersikeras pada ketidakbersalahannya.
Bekh-Romanchuk juga telah menyatakan niatnya untuk mengajukan banding atas putusan ini ke Court of Arbitration for Sport (CAS), sebuah badan arbitrase olahraga internasional yang independen.
Dengan larangan bertanding yang berlaku efektif hingga Mei 2029, hukuman ini diperkirakan akan mengakhiri kiprahnya di level tertinggi olahraga atletik. Atlet berusia 30 tahun itu dipastikan tidak akan dapat berkompetisi di Olimpiade Los Angeles 2028 maupun dua Kejuaraan Dunia Atletik berikutnya, sebuah pukulan telak bagi ambisi kariernya.
Meskipun pada Olimpiade Paris 2024 Bekh-Romanchuk masih sempat menempati posisi ke-11 dalam nomor lompat jangkit, larangan bertanding yang panjang ini secara signifikan memperkecil peluangnya untuk kembali ke puncak karier olahraga yang pernah ia raih.
Di sisi lain, Maryna Bekh-Romanchuk tidak kehabisan cara untuk tetap eksis di mata publik. Atlet kelahiran Moroziv ini dikenal aktif sebagai model dan influencer, dengan basis pengikut yang mengesankan, mencapai lebih dari 491 ribu di platform Instagram.
Bekh-Romanchuk diketahui telah menjalin kerja sama dengan berbagai merek terkemuka asal Ukraina, termasuk Domino Group, Trihard, dan Fabric 17, memperlihatkan potensi besar dirinya di luar dunia olahraga kompetitif.
Selain sorotan pada karier pribadinya, kehidupan rumah tangga Bekh-Romanchuk juga kerap menjadi perhatian. Ia menikah dengan perenang kebanggaan Ukraina, Mykhailo Romanchuk, yang merupakan peraih medali perak dan perunggu pada Olimpiade Tokyo 2020. Pasangan atlet ini sering membagikan momen kebersamaan mereka di berbagai platform media sosial, menunjukkan dukungan satu sama lain.
Dalam pernyataannya sebelum putusan resmi AIU diumumkan, Bekh-Romanchuk secara gamblang menegaskan dirinya tidak bersalah. Ia mengaku merasa lelah dalam upayanya memperjuangkan nama baik dan reputasinya, sehingga memutuskan untuk sementara waktu berfokus pada kesehatan pribadi serta keluarganya.
Atlet perempuan itu juga mengisyaratkan akan segera memberikan wawancara besar untuk menjelaskan seluruh kasusnya secara terbuka kepada publik. “Saya menolak menandatangani dokumen apa pun yang mengharuskan pengakuan bersalah karena saya adalah orang yang jujur. Kemanusiaan dan martabat saya penting bagi saya. Menyakitkan bagi saya melihat kasus saya ditangani dengan ceroboh dan tanpa penyelidikan yang semestinya,” jelas Bekh-Romanchuk, dikutip dari Daily Mail, menyuarakan rasa frustrasinya.
Ringkasan
Maryna Bekh-Romanchuk, atlet lompat jauh berprestasi asal Ukraina, dijatuhi larangan bertanding selama empat tahun oleh Athletics Integrity Unit (AIU) akibat kasus doping testosteron positif pada Desember 2023. Meskipun AIU menawarkan pengurangan hukuman jika ia mengaku bersalah, Bekh-Romanchuk menolak keras dan bersikeras atas ketidakbersalahannya, serta berencana mengajukan banding ke Court of Arbitration for Sport (CAS). Larangan yang berlaku hingga Mei 2029 ini diperkirakan akan mengakhiri kiprahnya di puncak olahraga atletik, membuatnya absen dari Olimpiade Los Angeles 2028 dan dua Kejuaraan Dunia Atletik berikutnya.
Di luar lintasan, atlet berusia 30 tahun ini telah serius merambah dunia modeling dan pengaruh digital, aktif menjalin kerja sama dengan berbagai merek terkemuka Ukraina dan memiliki lebih dari 491 ribu pengikut di Instagram. Bekh-Romanchuk, yang menikah dengan perenang Mykhailo Romanchuk, menyatakan dirinya lelah berjuang namun akan memberikan wawancara besar untuk menjelaskan seluruh kasusnya secara terbuka. Ia tetap menegaskan bahwa kemanusiaan dan martabatnya penting, serta merasa kasusnya ditangani dengan ceroboh.
