MotoGP Jerman 2025 – Maverick Vinales Soroti Karakteristik Sachsenring yang Rawan Menjebak

 

Rancak Media Jelang MotoGP Jerman 2025, pembalap Red Bull KTM Tech3, Maverick Vinales membahas karakteristik Sirkuit Sachsenring.

Seri ke-11 ini rencananya bakal digelar 11-13 Juli mendatang.

Vinales datang bermodalkan penampilan menjanjikan pada seri sebelumnya.

Pembalap berjulukan Top Gun itu finis lima besar pada balapan utama di Belanda.

Hasil positif tersebut memperbanyak koleksi penampilan solidnya.

Pria asal Spanyol ini total sudah tiga kali finis lima besar yakni di Spanyol, Prancis, dan terakhir Belanda.

Tren bagus itu tentu membuat Vinales kian termotivasi.

Namun, di satu sisi dia juga mewaspadai karakteristik Sirkuit Sachsenring yang kerap menjebak para pembalap.

“Sekali lagi, kami mendapatkan pekan yang bagus di Assen,” tuturnya, dilansir Juara.net dari Motosan.es.

Teori Pengamat MotoGP soal Sosok Pedro Acosta di Mata Valentino Rossi

“Jadi, target kami adalah menjaga momentum, terus tumbuh, dan menjadi semakin kuat…”

“Target utamanya ialah memperbaiki waktu kualifikasi.”

“Kalau bisa, kami ingin start dari baris kedua.”

“Hal itu sangat penting saat membahas Sirkuit Sachsenring yang mengandalkan teknik.”

“Ada banyak belokan di sini, Anda mudah terjebak dalam rombongan,” sambung Vinales.

Terlepas dari hal itu, pembalap Red Bull KTM Tech3 lainnya, Enea Bastianini juga datang dengan perasaan positif.

Eks rekan setim Francesco Bagnaia tersebut mengaku sudah semakin menemukan kenyamanan di atas RC-16 miliknya.

Dia percaya KTM bisa menjinakkan Sirkuit Sachrenring dan mendapatkan hasul yang baik.

Teori Pengamat MotoGP soal Sosok Pedro Acosta di Mata Valentino Rossi

“Kami datang ke Sachsenring dengan perasaan yang positif usai seri Belanda,” terangnya Bastianini.

“Di sana, kami menorehkan salah satu hasil terbaik.”

“Kenyamanan dengan sepeda motor sangat terasa ketimbang sebelumnya.”

“Jadi, saya harap kami bisa terus berada di jalan tersebut…”

“Sachsenring adalah trek yang asyik dengan banyak tikungan sempit. Kami sudah tahu cara menjinakkan sirkuit ini berbekal KTM.”

“Lihat dulu bagaimana performa kami pada hari Jumat, dari sana kami akan menentukan berikutnya.”

“Salah satu target utama kami adalah mendapatkan starting grid yang bagus,” tambahnya.

Baca Juga

nafa cahyani

Saya merupakan seorang content writer SEO, Teknologi, Finansial, Wisata, Resep Masakan dan lain-lain, Semoga dapat bermanfaat untuk teman semua.