Calon Penumpang Sriwijaya Air SJ-182 Yang Batal Flight Ceritakan Kisah Berikut

Calon Penumpang Sriwijaya Air SJ-182 Yang Batal Flight Ceritakan Kisah Berikut – Berawal dari rasa kecewa dan sekarang beralih menjadi rasa syukur. Perihal ini pula yang dirasakan oleh Osneti warga Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, yang merupakan calon penumpang Sriwijaya Air SJ 182 yang sekarang jatuh di perairan Kepulauan Seribu Jakarta.

Osneti ialah calon penumpang Sriwijaya Air SJ 182. Awalnya pihak lapangan terbang mengatakan jika Osneti tidak memenuhi persyaratan untuk memakai pesawat terbang, karena cuman punyai surat negatif COVID-19 yang telah kedaluwarsa.

“Saya tidak berhasil untuk terbang bersama Sriwijaya SJ 182, sebab tidak punyai surat negatif COVID-19 yang terbaru. Saat itu saya benar-benar kecewa dan sedih, tetapi menyaksikan peristiwa yang berlangsung ini, saya juga benar-benar mengucapkan syukur selamat dari kejadian itu. Bila tidak, kemungkinan saya tidak ada saat ini,” ucapnya, Minggu 10 Januari 2021.

🔥TRENDING:  Tujangan Profesi Guru Hanya Untuk Guru Bersertifikat Dan Memenuhi Beban Mengajar

Tanpa adanya Osneti, jumlah penumpang Sriwijaya Air SJ 182 yang semestinya 51 orang itu menyusut jadi 50 orang penumpang.

“Tujuan saya ke Pontianak tempo hari itu, untuk menjumpai keluarga saya di sana. Tetapi tidak berhasil,” katanya.

Menurut dia saat sebelum dirinya dinyatakan tidak boleh untuk memakai Sriwijaya Air SJ 182 itu, Osneti juga sempat memikir untuk lakukan test swab lagi, selaku pengganti suratnya yang kedaluwarsa itu, supaya bisa terbang ke Pontianak.

“Saya sempat memikir turut test swab kembali. Sebab petugas lapangan terbang menyampaikan demikian, bisa naik ke pesawat seandainya di test swab kembali. Nilainya itu Rp800.000, tetapi hasilnya baru dapat keluar 2 hari kembali,” terangnya.

🔥TRENDING:  Indonesia Kedatangan Vaksin AstraZeneca dari Bantuan Inggris

Osneti mengatakan jika dirinya sekarang masih ada di Jakarta dan menumpang di dalam rumah keluarganya. Selama ini tidak ada gagasan dirinya untuk kembali ke Padang Pariaman.

“Sebab saya masih khawatir, walau tidak jadi naik pesawat dari Jakarta-Pontianak. Tetapi saya harus naik pesawat kembali untuk kembali pada Padang. Kemungkinan saya akan pulang naik bis saja,” bebernya.

Sumber : kumparan.com

Back to top button