Cara Cek Penerima Bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) Dan Apa Saja Yang Harus Di Persiapkan

ADVERTISEMENT

Rancakmedia.com – Baca langkah untuk mengenali beberapa nama yang terima kontribusi Program Indonesia Pintar (PIP), check di website Kemendikbud. Program Indonesia Pintar mempunyai tujuan untuk menolong beberapa anak umur sekolah dari keluarga kurang sanggup supaya masih memperoleh service pengajaran sampai pengajaran menengah. Yang menerima dimulai dari murid SD/MI sampai murid SMA/SMK/MA atau pengajaran non resmi (Paket A sampai Paket C dan pelatihan terstandar).

Mereka akan memperoleh kontribusi Program Indonesia Pintar Adalah:

  1. Murid SMA/SMK/MA/Paket C akan memperoleh Rp 1 juta per tahun dari dana kontribusi PIP.
  2. Dana untuk Program Indonesia Pintar akan diteruskan lewat Kartu Indonesia Pintar (KIP).
  3. Diambil dari situs indonesiapintar.kemdikbud.go.id, PIP lewat Kartu Indonesia Pintar (KIP) ialah pemberian kontribusi tunai pengajaran ke anak umur sekolah umur 6-21 tahun.

Kontribusi dikasih ke murid yang dari keluarga miskin, rawan miskin pemilik Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), peserta Program Keluarga Keinginan (PKH), yatim piatu, penyandang disabilitas, dan korban musibah alam/bencana.

Siapa target Program Indonesia Pintar?

  • Peserta didik pemegang Kartu Indonesia Pintar (KIP)
  • Peserta didik dari keluarga miskin/rawan miskin dengan alasan spesial
  • Peserta didik SMK yang tempuh studi ketrampilan barisan sektor: Pertanian, Perikanan, Peternakan, Kehutanan, Pelayaran, dan Kemaritiman

Murid akan terima besaran kontribusi yang lain sama tingkatan pengajaran.

Siapa Saja dan Berapa besarnya uang PIP:

  1. Peserta didik SD/MI/Paket A memperoleh Rp 450 ribu per tahun
  2. Peserta didik SMP/MTs/Paket B memperoleh Rp 750 ribu per tahun
  3. Peserta didik SMA/SMK/MA/Paket C memperoleh Rp 1 juta per tahun

Dana PIP bisa dipakai untuk menolong ongkos individu peserta didik, seperti beli peralatan sekolah/pelatihan, uang belanja dan ongkos transportasi, ongkos praktek tambahan, dan ongkos tes kapabilitas.

Apa Syarat Keharusan peserta didik yang menerima dana PIP?

  1. Simpan dan jaga KIP secara baik
  2. PIP adalah kontribusi pengajaran. Dana Faedahnya harus dipakai untuk kepentingan yang berkaitan
  3. Lagi belajar dan bersekolah (tidak putus sekolah) dengan rajin, disiplin dan telaten.

Untuk apa saja pemakaian dana PIP?

Dana PIP bisa dipakai untuk menolong ongkos individu peserta didik, seperti beli peralatan sekolah/pelatihan, uang belanja dan ongkos transportasi, ongkos praktek tambahan dan ongkos tes kapabilitas.

  • Kunjungi laman pip.kemdikbud.go.id
  • Pilih menu ‘Cek Penerima PIP
  • Selanjutnya, murid disuruh isi NISN, Tanggal Lahir, dan Nama Ibu Kandungan dalam kolom yang ada
  • Seterusnya, click ‘Cek Data
Program Indonesia Pintar
Program Indonesia Pintar

Diambil dari jendela.kemendikbud.go.id, proses pencairan atau ambil dana PIP bisa dikerjakan jika pemegang KIP bawa bukti simpatisan yang resmi ke bank penyalur paling dekat yang sudah dipilih oleh pemerintahan.

Ambil dana PIP ini dapat dikerjakan perseorangan langsung atau secara kelompok.
Spesial ambil dana PIP secara kelompok bisa dikerjakan bila ada di daerah yang susah untuk terhubung bank penyalur.

Tentang hal persyaratan daerah susah itu mencakup tidak ada kantor bank di kecamatan dan atau ongkos transpor semakin besar dari kontribusi yang akan diterima.

Ambil secara kelompok ini bisa dikuasakan ke kepala sekolah/ketua instansi/bendahara sekolah/bendahara instansi.
Bank penyalur yang mencairkan dana PIP salah satunya Bank Rakyat Indonensia (BRI) dan Bank Nasional Indonesia (BNI).

Pemegang KIP dengan tingkatan SD/SMP/SMK/Paket A/Paket B/Pelatihan bisa mencairkan dana PIP di BRI, sedang pemegang KIP dengan tingkatan SMA/Paket C bisa mencairkannya di BNI.

Tetapi, spesial untuk pemegang KIP dengan tingkatan SD/SMP harus ditemani orang-tua/wali/guru waktu bertandang ke bank untuk mencairkan dana itu.

Seterusnya, pemegang KIP lakukan aktivasi rekening jika akan memakai tabungan selanjutnya tanda-tangani bukti akseptasi dana dan terima dana PIP itu.

Langkah Mencairkan Dana Program Indonesia Pintar

Berikut sejumlah tingkatan untuk mencairkan dana kontribusi Program Indonesia Pintar, diambil dari Kompas.com:

  1. Murid atau orangtua murid memberikan laporan nomor KIP ke Sekolah, Sanggahr Aktivitas Belajar (SKB), Pusat Aktivitas Belajar Warga (PKBM), atau Instansi Pelatihan dan Training (LKP).
  2. Seterusnya sekolah masukkan nomor KIP peserta didik ke service Data Dasar Pengajaran (Dapodik) Kemendikbud, sesaat untuk instansi lain harus menyarankan legitimasi ke Dinas Pengajaran di tempat.
  3. Dinas Pengajaran di tempat akan terima data saran dari instansi berkaitan.
  4. Data akan kembali lagi diolah mereka untuk seterusnya diverifikasi oleh Direktorat Tehnis Kemendikbud.
  5. Instansi penyalur dana akan terima perintah untuk bikin rekening PIP murid dan salurkan dana jika daftar yang menerima PIP sudah disepakati.
  6. Instansi penyalur dana bersama Dinas Pengajaran di tempat keluarkan Surat Keputusan (SK) si yang menerima faedah dana PIP yang diperuntukkan ke Sekolah/SKB/PKPM/LKP.
  7. Instansi pengajaran itu seterusnya akan memberitahukan ke murid atau orangtua murid jika dana siap dicairkan.
  8. Instansi pengajaran akan membuat surat info pencairan dana PIP selaku pendamping syarat peserta.
  9. Murid atau orangtua murid seterusnya bawa surat info itu dan syarat lain untuk ambil dana PIP di instansi sah.

Kecuali mempunyai KIP, ada pula persyaratan dan langkah mencairkan dana Program Indonesia Pintar tiada kartu.

Triknya dengan mendaftarkan terlebih dahulu selaku yang menerima calon PIP ke sekolah dengan persyaratan mempunyai Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) atau berawal dari keluarga tidak sanggup.

Sumber: Tribunnews.com

Related Articles

Back to top button