Metode Bantuan Sosial Diubah Menjadi Bantuan Tunai, Jokowi Minta Dana Harus Langsung Cair ke Penerima

Metode Bantuan Sosial Diubah Menjadi Bantuan Tunai, Jokowi Minta Dana Harus Langsung Cair ke Penerima – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengganti wujud bansos (bantuan sosial) untuk warga terimbas Covid-19 di Jabodetabek yang sebelumnya berbentuk sembako jadi uang tunai.

“Yang dahulu diberi berbentuk sembako, khususnya untuk Jabodetabek telah kita memutuskan saat ini tunai melalui pos atau melalui bank,” kata Presiden Jokowi, di Istana Merdeka, Jakarta.

Jokowi sampaikan hal tersebut di pertemuan terbatas dengan tema “Penyiapan Pendistribusian Kontribusi Sosial Tahun 2021” yang didatangi beberapa menteri anggota Kabinet Indonesia Maju.

Perombakan wujud bantuan sosial ini ditukar sebab awalnya, bekas Menteri Sosial Juliari Batubara terjebak korupsi dana bantuan sosial sembako dan sudah diamankan dan dijebloskan dalam sel tahanan selaku terdakwa.

🔥TRENDING:  Segera Login Ke dtks.kemensos.go.id, Ada Bansos Tunai Rp 300.000 Bagi Yang Terdaftar

Seterusnya, bantuan sosial tunai itu gagasannya akan dikocorkan pada Januari 2021.

“Maka janganlah sampai mundur bulan Januari harus bisa diawali sebab ini tersangkut daya angkat ekonomi, tersangkut daya membeli masyarkaat konsumsi rumah tangga yang kita pengin dapat gerakkan permintaan atau keinginan,” katanya.

Jokowi minta supaya data yang menerima bantuan sosial harus betul-betul terang hingga pas target dan menyertakan wilayah dalam membenahi data.

“Ini telah saya ulang-ulang, janganlah sampai ada potongan-potongan apa saja seperti peristiwa di bantuan sosial Jabodetabek. Benar-benar kirim ke rekening yang menerima faedah. Menjadi proses digitalisasi data bantuan sosial yang diintegrasikan dengan banking sistem saya anggap itu yang kita harapkan,” katanya.

🔥TRENDING:  Tujangan Profesi Guru Hanya Untuk Guru Bersertifikat Dan Memenuhi Beban Mengajar

Selanjutnya Jokowi menerangkan pada APBN 2021, bujet sebesar Rp110 triliun sudah dipersiapkan pemerintahan untuk meneruskan program pelindungan sosial.

Dari jumlah bujet itu, ia merinci, sekitar Rp45,1 triliun dipersiapkan untuk program kartu sembako yang akan diteruskan ke 18,8 juta keluarga yang menerima faedah (KPM), semasing Rp200.000 per bulan.

Selanjutnya untuk Program Keluarga Keinginan (PKH), pemerintahan mempersiapkan Rp28,7 triliun untuk 10 juta KPM sepanjang empat triwulan.

Seterusnya untuk bantuan sosial tunai pemerintahan mempersiapkan Rp12 triliun untuk 10 juta KPM, semasing Rp300.000 sepanjang empat bulan.

Sumber : pikiran-rakyat.com

Back to top button