Berikut Perkembangan Penetapan NIP CPNS 2019

Berikut Perkembangan Penetapan NIP CPNS 2019 – Tingkatan recruitment Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Formasi 2019 sudah tiba pada step penentuan nomor induk pegawai (NIP).

Untuk Anda yang ingin mengetahui perubahan terbaru lembaga yang telah mengusulkan penentuan NIP bisa diawasi lewat link ini. (https://www.bkn.go.id/penetapan-nip-cpns-ta-2019)

Plt Kepala Biro Humas, Hukum, dan Kerja Sama Badan Kepegawaian Negara (BKN) Paryono menjelaskan, sekarang ini saran penentuan NIP CPNS sudah 96,10 % yang diolah BKN. Angka ini adalah perubahan paling akhir sampai ini hari, 29 Desember 2020.

Informasi itu bisa juga disaksikan lewat situs Instagram BKN @bkngoidofficial. Waktu ditanyakan kapan proses penentuan NIP usai diolah, Paryono menjelaskan, hal itu bergantung lembaga. “Ya tergantung instansi, jika BKN tentu selekasnya tuntaskan bila arsip masuk dan komplet,” tutur Paryono.

🔥TRENDING:  BMKG ingatkan Ada Potensi Awan CB Yang Membahayakan Penerbangan

Sesudah memperoleh NIP, peserta yang bisa lolos CPNS 2019 tinggal menanti SK CPNS dari instansi. “Tunggu diterbitkan SK CPNS oleh instansi,” tutur Paryono. Dia mengatakan, sesudah SK CPNS keluar, karena itu peserta harus menanti Surat Perintah Melaksanan Pekerjaan (SPMT) untuk mulai bekerja. Waktu penerbitan SK CPNS optimal sebulan sesudah penentuan NIP.

Kesempatan jadi abdi negara akan dibuka pada 2021.Selasa (29/12/2020), Kepala BKN Bima Haria Wibisana pastikan, bakal ada penyeleksian CPNS di 2021.

Penyeleksian CPNS 2021 akan diadakan selambatnya pada Juni 2021. “Diprediksi skema itu Mei bisa diputuskan. Untuk penerapan test paling lamban Juni harusnya diawali supaya bulan Desember bisa dituntaskan semua proses penyeleksian CPNS-nya,” kata Bima.

🔥TRENDING:  THR dan Gaji Ke-13 PNS 2020 Cair Penuh Tanpa Dipotong

Bima menjelaskan, pada penyeleksian CPNS 2021 masih lewat Penyeleksian Kapabilitas Landasan (SKD) dan Penyeleksian Kapabilitas Sektor (SKB). “SKD tetap dikerjakan bersama-sama dengan SKB. Soal-soal akan dibikin dan ditambahkan oleh Kementerian Pengajaran untuk memperbanyak jumlah masalah yang dapat dikatakan,” tutur ia.

Sumber : kompas.com

Back to top button